Rancang bangun pengelolaan minawisata bahari pulau kecil berbasis konservasi: kasus pulau dullah Kota Tual Provinsi Maluku

RANCANG BANGUN PENGELOLAAN
MINAWISATA BAHARI PULAU KECIL
BERBASIS KONSERVASI: KASUS PULAU DULLAH
KOTA TUAL - PROVINSI MALUKU

ABDUL HARIS

SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2012

PERNYATAAN MENGENAI DISERTASI DAN
SUMBER INFORMASI
Dengan ini saya menyatakan bahwa disertasi Rancang Bangun
Pengelolaan Minawisata Bahari Pulau Kecil Berbasis Konservasi: Kasus Pulau
Dullah - Kota Tual - Provinsi Maluku adalah karya saya dengan arahan dari
komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan
tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang
diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks
dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir disertasi ini.

Bogor, Januari 2012

Abdul Haris
NRP C261060181

ABSTRACT
ABDUL HARIS. Design of Marine Fishery-Tourism Management on Small
Island Based Conservation: Case Dullah Island - Tual City - Moluccas
Province. Under direction of LUKY ADRIANTO, DIETRIECH G. BENGEN,
and MENNOFATRIA BOER.
A research was conducted in Un Bay and Vid Bangir Bay in Dullah Island
Tual City - Moluccas Province. These regions have potential coastal and marine
resources for development of marine fishery-tourism. The research was conducted
from October 2008 to October 2009. Study purposes were to analyze potential and
condition of ecosystems and coastal resources, biophysical condition of Dullah
Island especially in Un Bay and Vid Bangir Bay and to evaluate ecological
integrity and economic potential of the resources utilization through conservation
based marine fishery-tourim of small island. Land suitability for marine fisherytourism activities was obtained using geographical information system (GIS),
determination of space utilization priorities was obtained using multi-criteria
decision making and simple multi-attribute rating techniques. Land capability to
support marine fishery-tourism activity was obtained through physical carrying
capacity and ecological carrying capacity analysis. Economic value of coral reefs
and mangrove ecosystems was approached using resources economic valuation,
while economic feasibility was analyzed using NPV and B/C ratio approaches. In
addition, management sustainability was analyzed using ecological-economic
integration through a dynamic modeling approach. Results of dynamic modeling
simulations for base-model showed that in the fifth year all marine fishery-tourism
business units were able to produce benefits with NPV total annual value
Rp.9.658.005.207, extension of coral reefs areas to 6.36195 ha and mangrove
ecosystem to 6.88131 ha. Pessimistic scenario showed that in the fifth year, all
marine fishery-tourism business units produced benefits with NPV total annual
value Rp.8.029.639.188, extension of coral reefs areas to 6.35242 ha and
mangrove ecosystem to 6.85992 ha. Furthermore, conservative scenario showed
that in the fifth year all tourism business units produced benefits with amounted
NPV total annual value to Rp.10.449.128.413, extension of coral reefs areas to
6.37004 ha, and mangrove ecosystem to 6.90371 ha. The above results implied
the need for adopting government policies that supported by integrated and
simultaneous programs in order to achieve an optimal marine fishery-tourism
management objective in Un Bay and Vid Bangir Bay.
Key words: marine fishery-tourism, conservation-based management model,
Dullah Island, land suitability, carrying capacity.

.

RINGKASAN
ABDUL HARIS. Rancang Bangun Pengelolaan Minawisata Bahari Pulau
Kecil Berbasis Konservasi: Kasus Pulau Dullah Kota Tual Provinsi Maluku.
Dibimbing oleh LUKY ADRIANTO, DIETRIECH G. BENGEN, dan
MENNOFATRIA BOER.
Model pengelolaan terpadu sangat penting dalam pengelolaan dan
pemanfaatan sumberdaya pulau-pulau kecil. Salah satu model pengelolaan terpadu
yang dapat dikembangkan di pulau-pulau kecil adalah minawisata bahari yaitu
pemanfaatan sumberdaya kelautan, perikanan, dan wisata bahari yang ada di suatu
wilayah tertentu secara terintegrasi dengan tujuan untuk meningkatkan nilai
ekonomi dari sumberdaya sekaligus juga untuk pengembangan kegiatan
perekonomian masyarakat dan wilayah tersebut.
Penelitian ini dilakukan di kawasan Teluk Un dan Teluk Vid Bangir, Pulau
Dullah - Kota Tual - Provinsi Maluku karena kawasan ini memiliki sumberdaya
pesisir dan laut yang potensial untuk pengembangan minawisata bahari. Waktu
penelitian dimulai sejak bulan Oktober 2008 sampai dengan Oktober 2009.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi dan kondisi
ekosistem dan sumberdaya pesisir dan lautan serta kondisi biofisik lingkungan
perairan Pulau Dullah khususnya di Teluk Un dan Teluk Vid Bangir untuk
pengembangan minawisata bahari pulau kecil berbasis konservasi yang
mengintegrasikan kegiatan perikanan tangkap, perikanan budidaya, dan wisata
bahari dalam satu model pengelolaan terpadu. Ada lima kategori aktivitas
minawisata bahari yang akan dikembangkan yaitu minawisata bahari pancing;
minawisata bahari pengumpulan kerang (moluska); minawisata bahari karamba
pembesaran ikan; minawisata bahari selam; dan minawisata bahari mangrove.
Selain itu penelitian ini juga dilakukan untuk mengevaluasi keterpaduan ekologi
dan ekonomi dalam pemanfaatan potensi sumberdaya pesisir dan laut dengan
model pengelolaan minawisata bahari pulau kecil berbasis konservasi.
Kebutuhan lahan untuk aktivitas minawisata bahari ini diperoleh dengan
pendekatan geographyical information system (GIS) dan pengolahan datanya
dilakukan dengan perangkat lunak Arc-View GIS Version 3.3 dan Arc-Info GIS
Version 3.4.2. Penentuan skala prioritas pemanfaatan ruang diperoleh dengan
pendekatan multi criteria decision making dan simple multi attribute rating
technique, pengolahan datanya dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak
Criterium DecisionPlus Version 3.0. Kemampuan lahan untuk mendukung
aktivitas ini diperoleh melalui 2 pendekatan yaitu dengan daya dukung fisik dan
daya dukung ekologis. Daya dukung fisik mencakup daya dukung lahan dan daya
dukung kawasan, sedangkan daya dukung ekologis mencakup pendugaan total
beban limbah organik, ketersediaan oksigen terlarut dalam kolom air, dan
kapasitas asimilasi lingkungan perairan. Selanjutnya, nilai ekonomi ekosistem
terumbu karang dan ekosistem mangrove didekati dengan melakukan valuasi
ekonomi sumberdaya, sedangkan kelayakan usaha diperoleh dengan menghitung
NPV dan B/C Rasio melalui analisis manfaat-biaya, sementara keberlanjutan
model pengelolaan minawisata bahari ini dianalisis dengan model keterpaduan
ekologi-ekonomi melalui pemodelan dinamik, simulasi skenario pengelolaan
dilakukan dengan perangkat lunak Stella Version 9.0.2.

Analisis kesesuaian lahan dilakukan untuk 5 kategori aktivitas minawisata
bahari tersebut diatas. Berdasarkan hasil tumpang susun peta-peta tematik dari
masing-masing kategori aktivitas tersebut diperoleh luas lahan dengan kelas
kesesuaian S (sesuai) untuk minawisata bahari pancing adalah 1.131.200 m2,
minawisata bahari pengumpulan kerang (moluska) adalah 810.000 m2, minawisata
bahari karamba pembesaran ikan adalah 449.700 m2, minawisata bahari selam
adalah 122.200 m2, dan untuk minawisata bahari mangrove hasil analisis
kesesuaian lahan menunjukan bahwa ekosistem mangrove yang ada di Teluk Un
dan Teuk Vid Bangir tidak memenuhi kriteria yang dipersyaratkan untuk kelas
kesesuaian S (sesuai) namun demikian masih ada sebagian ekosistem mangrove
yang memenuhi kriteria untuk kelas kesesuaian SB (sesuai bersyarat) yaitu
292.900 m2.
Untuk daya dukung fisik, hasil perhitungan daya dukung lahan dengan
kapasitas lahan 30% dari luas lahan yang sesuai atau sesuai bersyarat menunjukan
bahwa jumlah unit sarana pemancingan ikan yang diperbolehkan untuk beroperasi
di perairan Teluk Un dan Teluk Vid Bangir adalah sebanyak 377 unit, sedangkan
jumlah unit rakit karamba pembesaran ikan yang diperbolehkan untuk
ditempatkan di perairan Teluk Un dan Teluk Vid Bangir adalah sebanyak 37 unit.
Demikian pula dengan daya dukung kawasan, dengan kapasitas lahan 30% dari
luas lahan yang sesuai atau sesuai bersyarat diperoleh jumlah pengunjung yang
dapat ditampung di kawasan Teluk Un dan Teluk Vid Bangir untuk minawisata
bahari pancing adalah 1.131 orang per hari, untuk minawisata bahari karamba
pembesaran ikan adalah 185 orang per hari, untuk minawisata bahari
pengumpulan kerang adalah sebanyak 194 orang per hari, untuk minawisata
bahari selam sebanyak 146 orang per hari, dan untuk minawisata bahari mangrove
sebanyak 702 orang per hari. Dengan demikian, secara keseluruhan kawasan
Teluk Un dan Teluk Vid Bangir dapat menampung 2.358 orang pengunjung per
hari untuk kelima aktivitas minawisata bahari tersebut. Daya dukung ekologis
untuk minawisata bahari karamba pembesaran ikan menunjukan bahwa beban
limbah organik yang dihasilkan oleh aktivitas pembesaran ikan dalam karamba
adalah 2,24 ton per 1 unit rakit karamba jaring apung, ketersediaan oksigen
terlarut selama periode 24 jam adalah 40,13 ton, dan kemampuan perairan Teluk
Un dan Teluk Vid Bangir untuk menampung beban limbah organik adalah
sebanyak 200,66 ton. Sementara untuk kapasitas asimilasi lingkungan perairan,
nilai kapasitas asimilasi NO 3 -N (nitrat); PO 4 (phosphat); Cu (tembaga); NH 3 -N
(ammonia); dan H 2 S (sulfida), masih berada dibawah nilai baku mutu yang
dipersyaratkan.
Alokasi ruang kawasan Teluk Un dan Teluk Vid Bangir dibuat berdasarkan
potensi sumberdaya, hasil analisis kesesuaian lahan dan analisis daya dukung
lingkungan dari masing-masing kategori aktivitas minawisata bahari, dimana
alokasi ruang untuk minawisata bahari pancing adalah 339.360 m2, minawisata
bahari pengumpulan kerang (moluska) adalah 243.000 m2, minawisata bahari
karamba pembesaran ikan adalah 134.910 m2, minawisata bahari selam adalah
36.660 m2, dan minawisata bahari mangrove adalah 87.870 m2.
Analisis ekonomi untuk mendukung model pengelolaan minawisata bahari
di kawasan Teluk Un dan Teluk Vid Bangir ini menggunakan pendekatan valuasi
ekonomi (economic valuation) dan analisis manfaat-biaya dengan menambahkan
komponen lingkungan didalam perhitungannya (extended cost-benefit analysis).

Berdasarkan hasil valuasi ekonomi, terlihat bahwa nilai ekonomi total ekosistem
mangrove kawasan Teluk Un dan Teluk Vid Bangir adalah Rp.4.721.663.740 per
tahun, sedangkan nilai ekonomi total ekosistem terumbu karang kawasan Teluk
Un dan Teluk Vid Bangir adalah Rp.3.827.167.925 per tahun. Sementara hasil
analisis manfaat-biaya menunjukan bahwa untuk tiap 1 unit usaha, minawisata
bahari pancing akan memberikan keuntungan sebesar Rp.3.341.940 per tahun,
minawisata bahari pengumpulan kerang akan memberikan keuntungan sebesar
Rp.307.100 per tahun, minawisata bahari karamba pembesaran ikan akan
memberikan keuntungan sebesar Rp.36.215.100 per tahun, minawisata bahari
selam akan memberikan keuntungan sebesar Rp.7.643.200 per tahun, dan
minawisata bahari mangrove akan memberikan keuntungan sebesar
Rp.62.636.700 per tahun.
Berdasarkan hasil simulasi 5 kategori aktivitas minawisata bahari tersebut
diatas dengan jumlah unit usaha maksimum sesuai daya dukung kawasan, untuk
basis model pada tahun kelima semua unit usaha minawisata bahari memberikan
keuntungan dengan nilai NPV total tahunan adalah sebesar Rp.9.658.005.207,
ekosistem terumbu karang mengalami penambahan luas sebesar 6,36195 ha, dan
ekosistem mangrove mengalami penambahan luas sebesar 6.88131 ha. Untuk
skenario pesimis, pada tahun kelima semua unit usaha minawisata bahari
memberikan keuntungan dengan nilai NPV total tahunan adalah sebesar
Rp.8.029.639.188, ekosistem terumbu karang mengalami penambahan luas
sebesar 6,35242 ha, dan ekosistem mangrove mengalami penambahan luas
sebesar 6,85992 ha. Untuk skenario optimis, pada tahun kelima semua unit usaha
minawisata bahari memberikan keuntungan dengan nilai NPV total tahunan
adalah sebesar Rp.10.449.128.413, ekosistem terumbu karang mengalami
penambahan luas sebesar 6,37004 ha, dan ekosistem mangrove mengalami
penambahan luas sebesar 6,90371 ha. Berdasarkan hasil simulasi skenario
tersebut, maka implikasi dari hasil penelitian ini dituangkan dalam bentuk
kebijakan pemerintah melalui program-program yang terpadu dan simultan guna
pencapaian tujuan pengelolaan minawisata bahari yang optimal di Teluk Un dan
Teluk Vid Bangir. Ini berarti bahwa rencana dan pelaksanaan program aksi pada
satu dimensi pembangunan diharapkan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas
dimensi lainnya.
Berdasarkan hasil kajian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa
kawasan Teluk Un dan Teluk Vid Bangir sangat cocok untuk model pengelolaan
minawisata bahari pulau kecil berbasis konservasi, hal itu ditandai dengan
keberadaan ekosistem terumbu karang dan ekosistem mangrove yang masih
bagus kondisinya, topografi pantai yang landai serta sumberdaya ikan dan
kerang yang cukup tersedia. Selain itu dari sisi oseanografis kondisi perairan ini
relatif tenang dan terlindung serta kualitas perairannya masih baik. Untuk
kepentingan peningkatan perekonomian masyarakat, model pengelolaan
minawisata bahari pulau kecil berbasis konservasi di Pulau Dullah ini dapat
dioptimalkan dengan cara memaksimumkan jumlah unit usaha tetapi dengan tetap
memperhatikan kualitas lingkungan perairan serta ekosistem dan sumberdaya
pesisir dan laut yang ada di kawasan Teluk Un dan Teluk Vid Bangir.
Kata kunci: minawisata bahari, model pengelolaan berbasis konservasi, Pulau
Dullah, kesesuaian lahan, daya dukung.

© Hak cipta milik IPB, Tahun 2012
Hak cipta Dilindungi Undang-Undang
1. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan
atau menyebutkan sumber.
a. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan
karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik, atau tinjauan suatu
masalah
b. Pengutipan tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB
2. Dilarang mengumumkan atau memperbanyak sebagian atau seluruh karya
tulis dalam bentuk apapun tanpa izin IPB

RANCANG BANGUN PENGELOLAAN
MINAWISATA BAHARI PULAU KECIL
BERBASIS KONSERVASI: KASUS PULAU DULLAH
KOTA TUAL - PROVINSI MALUKU

ABDUL HARIS

Disertasi
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Doktor pada
Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan
Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan

SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2012

Penguji Luar Komisi pada Ujian Tertutup : 1. Dr. Ir. Toni Ruchimat, MSc
2. Dr. Ir. Achmad Fahrudin, M.Si

Penguji Luar Komisi pada Ujian Terbuka : 1. Prof. Dr. Ir. Alex S. W. Retraubun, MSc
2. Dr. Sudirman Saad, M.Hum

Judul Disertasi : Rancang Bangun Pengelolaan Minawisata Bahari Pulau Kecil
Berbasis Konservasi: Kasus Pulau Dullah Kota Tual Provinsi
Maluku
Nama

: Abdul Haris

NRP

: C261060181

Program Studi

: Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan (SPL)

Disetujui
Komisi Pembimbing

Dr. Ir. Luky Adrianto, MSc
Ketua

Prof. Dr. Ir. Dietriech G. Bengen, DEA
Anggota

Prof. Dr. Ir. Mennofatria Boer, DEA
Anggota

Diketahui

Ketua Program Studi

Dekan Sekolah Pascasarjana

Prof. Dr. Ir. Mennofatria Boer, DEA

Dr. Ir. Dahrul Syah, MSc.Agr

Tanggal Ujian: 26 Januari 2012

Tanggal Lulus:

Penguji pada Ujian Tertutup

: …………………………………………………

Penguji pada Ujian Terbuka

:

1. ……………………………………………...
2. ……………………………………………...

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta)
ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya
niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) Ilmu dan Hikmat Allah
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
( Al - Qur’an : Surah Luqman - Ayat 27 )

Dari lubuk hati yang paling dalam
Karya Ilmiah ini aku persembahkan kepada
Ayahanda Anwar Abdullah ( Almarhum )
Ibunda Aminah Ambon (Almarhumah)
seluruh keluargaku
Istri tercinta Sitti Bulkis Bandjar dan Anak-Anakku tersayang
Rasyid Farhan Fajrin, Muhammad Fachrurrozy dan Dzaki Buhairil Ma’arif
serta
Pemerintah Provinsi Maluku

PRAKATA
Segala puja dan puji serta ungkapan syukur hanya untuk Allah SWT Tuhan
Yang Maha Agung atas limpahan rahmat, hidayah dan ridha-Nya sehingga karya
ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang
dilaksanakan sejak bulan Maret 2009 ini adalah Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil,
dengan judul Rancang Bangun Pengelolaan Minawisata Bahari Pulau Kecil
Berbasis Konservasi: Kasus Pulau Dullah Provinsi Maluku.
Seiring dengan selesainya penulisan disertasi ini, dengan tulus penulis
menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang
mendalam, kepada :
1. Bapak Dr. Ir. Luky Adrianto, MSc, Bapak Prof. Dr. Ir. Dietriech G. Bengen,
DEA dan Bapak Prof. Dr. Ir. Mennofatria Boer, DEA atas bimbingannya
selama penulisan disertasi ini.
2. Bapak Prof. Dr. Ir. Alex S. W. Retraubun, MSc, Bapak Dr. Sudirman Saad,
M.Hum, Bapak Dr. Ir. Toni Ruchimat, MSc, Bapak Dr. Achmad Fahrudin,
M.Si, Bapak Prof. Dr. Ir. Setyo Budi Susilo, MSc dan Bapak Dr. Ir. Fredinan
Yulianda, MSc yang telah banyak memberi masukan dan saran.
3. Pemerintah Provinsi Maluku yang telah memberikan kesempatan dan
dukungan dana bagi penulis untuk mengikuti pendidikan pada Sekolah
Pascasarjana Institut Pertanian Bogor dengan status tugas belajar.
4. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku tempat dimana penulis
sehari-hari mengabdikan diri sebagai PNS yang telah memberikan izin studi.
5. Sekretariat Program Mitra Bahari COREMAP II yang telah memberikan
bantuan sebagian dana penulisan disertasi.
6. Pemerintah Kota Tual dan seluruh jajarannya atas dukungannya selama penulis
melakukan penelitian ini.
7. Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual, Bapak Dr. Ir. Eugen A. Renjaan,
MSc beserta seluruh stafnya yang telah membantu penulis pada saat
pengambilan data lapangan.
8. Kedua orangtua tercinta ayahanda Anwar Abdullah (almarhum) dan ibunda
Aminah Ambon (almarhumah) atas kasih sayang dan do’a yang tulus yang tak
mungkin dapat terbalaskan, juga buat kakak-kakakku tersayang dan semua
keluargaku atas kasih sayang, perhatian dan dorongan semangatnya.
9. Istri tercinta Dra. Sitti Bulkis Bandjar, MP dan anak–anakku tersayang
Rasyid Farhan Fajrin, Muhammad Fachrurrozi, dan Dzaki Buhairil Ma’arif
atas ketulusan cinta dan kasih sayang, do’a, pengertian, pengorbanan dan
motivasinya.
10. Semua pihak baik yang secara langsung maupun tidak langsung telah banyak
membantu penulis yang tidak sempat penulis sebutkan satu-persatu, semoga
Allah SWT memberikan pahala atas semua budi baiknya.
Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.
Bogor, Januari 2012
Abdul Haris

RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Ambon pada tanggal 15 Pebruari 1968 sebagai anak
bungsu dari sembilan bersaudara pasangan ayahanda Anwar Abdullah dan
ibunda Aminah Ambon. Pendidikan sarjana ditempuh di Jurusan Manajemen
Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan Universitas Pattimura di Ambon, lulus
dan memperoleh gelar Sarjana Perikanan (S.Pi) pada tahun 1993.
Pada tahun 1994 penulis diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil Pusat
(CPNSP) Departemen Dalam Negeri diperbantukan di Pemerintah Daerah
Provinsi Maluku dan ditempatkan pada kantor Dinas Perikanan dan Kelautan
Provinsi Maluku. Pada tahun 1996 penulis diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil
Pusat (PNSP) Departemen Dalam Negeri dan ditempatkan pada kantor yang sama.
Dengan diterapkannya pelaksanaan Otonomi Daerah pada tahun 1999 maka status
kepegawaian penulis kemudian dialihkan menjadi Pegawai Daerah Otonom pada
Pemerintah Provinsi Maluku.
Pada Tahun 2001, penulis diterima di Program Studi Pengelolaan
Sumberdaya Pesisir dan Lautan pada Program Pascasarjana IPB dan
menamatkannya dengan memperoleh gelar Magister Sains (M.Si) pada tahun
2003. Kesempatan untuk melanjutkan ke program doktor pada program studi dan
pada perguruan tinggi yang sama diperoleh pada tahun 2006. Beasiswa
pendidikan pascasarjana diperoleh dari Pemerintah Provinsi Maluku.
Selama mengikuti program S3, penulis terlibat aktif dalam organisasi
kemahasiswaan IPB diantaranya Ketua Umum Forum Mahasiswa Pascasarjana
Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan (Wacana Pesisir) IPB
Periode Tahun 2008/2009, dan Anggota Dewan Penasehat Forum Mahasiswa
Pascasarjana (Forum Wacana IPB) Periode Tahun 2009/2010. Karya ilmiah
berjudul Menguak Realitas dan Potensi Pulau Dullah di Provinsi Maluku untuk
Pengelolaan Minawisata Bahari Pulau Kecil Berbasis Konservasi telah disajikan
pada Konferensi Nasional Ke-VII Pengeloaaan Sumberdaya Pesisir Laut dan
Pulau-Pulau Kecil di Ambon pada bulan Agustus 2010. Sebuah artikel akan
diterbitkan dengan judul Kesesuaian Lahan dan Daya Dukung untuk Model
Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Berbasis Minawisata Bahari Pancing, pada Jurnal
Ilmiah Mutiara (Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan, FPIK Universitas Muslim
Indonesia Makassar). Artikel lain berjudul Minawisata Bahari Karamba
Pembesaran Ikan di Pulau-Pulau Kecil Berbasis Kesesuaian Lahan dan Daya
Dukung: Kasus Pulau Dullah - Kota Tual - Provinsi Maluku, juga akan diterbitkan
pada Jurnal Triton Volume 7 Nomor 2 (Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan,
FPIK Universitas Pattimura Ambon) yang saat ini dalam proses pencetakan.
Karya-karya ilmiah tersebut merupakan bagian dari program S3 penulis.

DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR TABEL …………………………...….………………………...

xxvii

DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………..

xxxi

DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………………..

xxxiii

1

2

3

4

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ...………………………………………………..
1.2 Perumusan Masalah ..…………………………………………...
1.3 Kerangka Pendekatan Masalah …………………………………
1.4 Ruang Lingkup Penelitian ..…………………………………….
1.5 Tujuan Penelitian ..……………………………………………...
1.6 Manfaat Penelitian ……………………………………………...

1
5
5
6
6
8

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pulau-Pulau Kecil ………………………………………………
2.2 Pulau Dullah sebagai Pulau Kecil .……………………………...
2.3 Rancang Bangun ………………………………………………..
2.4 Minawisata Bahari ……………………………………………...
2.5 Konservasi ……………………………………………………...
2.6 Sistem Informasi Geografis …………………………………….
2.7 Daya Dukung Lingkungan ……………………………………...
2.8 Pendekatan Sistem ……………………………………………...

9
15
17
19
23
26
30
35

METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian …………………………………...
3.2 Tahapan Penelitian ……………………………………………...
3.3 Jenis dan Sumber Data ………………………………………….
3.4 Analisis Data ……………………………………………………
3.4.1 Analisis Kesesuaian Lahan .……………………………….
3.4.2 Analisis Skala Prioritas Pemanfaatan Ruang …………….
3.4.3 Analisis Daya Dukung Lingkungan ……………………...
3.4.4 Analisis Ekonomi ……………………....….……………..
3.4.5 Analisis Sosial …………………………………………...
3.4.5 Analisis Kelembagaan …………………………………...
3.5 Sintesis ………………………………………………….………

41
41
43
43
46
55
57
63
67
68
68

KONDISI AKTUAL LOKASI PENELITIAN
4.1 Kota Tual ……………………………………………………….
4.1.1 Penduduk ………………………………………………...
4.1.2 Mata Pencaharian ………………………………………...
4.1.3 Potensi Kelautan dan Perikanan …………………………
4.1.4 Potensi Pariwisata ………………………………………..
4.1.5 Sarana dan Prasarana Vital ………………………………

71
72
73
74
75
77

xxiii

xxiv

4.2 Pulau Dullah ……………………………………………………
4.2.1 Keadaan Sosial Budaya Masyarakat ……………………..
4.2.2 Hak Masyarakat Adat dalam Dimensi Legislasi
Nasional dan Daerah ……………………………………..
4.2.3 Isu-Isu Kerusakan Lingkungan …………………………..
4.3 Teluk Un ………………………………………………………..
4.3.1 Status dan Sejarah Kawasan Teluk Un …………………..
4.3.2 Kondisi Lingkungan ……………………………………..
a. Kondisi Fisik ………………………………………….
b. Kondisi Oseanografi ………………………………….
c. Kondisi Biologis ……………………………………...
d. Kondisi Kimia Perairan ……………………………….
4.3.3 Kondisi Ekosistem Pesisir dan Laut …………………….
a. Mangrove ………………………………………….….
b. Lamun …………………………………………..…….
c. Karang ………………………………………………...
5

6

HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Analisis Kesesuaian Lahan untuk Minawisata Bahari
Berbasis Konservasi …………………………………………….
5.1.1 Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Untuk Masing-Masing
Aktivitas ……….…………………………………………
5.1.2 Tumpang Susun Kesesuaian Pemanfaatan Ruang ……….
5.1.3 Penetuan Skala Prioritas Pemanfaatan Ruang …………...
5.1.4 Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Untuk Semua
Aktivitas ………………………………………………….
5.2 Analisis Daya Dukung Lingkungan …………………………….
5.2.1 Daya Dukung Fisik ………………..……………………..
5.2.2 Daya Dukung Ekologis ……………………………….….
5.3 Alokasi Ruang Kawasan Teluk Un dan Teluk Vid Bangir ……..
5.4 Analisis Ekonomi …….…………………………………………
5.4.1 Valuasi Ekonomi Sumber Daya Teluk Un dan
Teluk Vid Bangir ………………………………………...
5.4.2 Analisis Manfaat-Biaya ………...………………..………
5.5 Analisis Sosial ………………………………………………….
5.6 Analisis Kelembagaan ………………………………………….
5.7 Keberlanjutan Pengelolaan Minawisata Bahari Berbasis
Konservasi ……………………………………………………...
5.7.1 Diagram Simpal Model Pengelolaan …………...……….
5.7.2 Basis Model ……………………………………………..
5.7.3 Skenario Model Pengelolaan ……………………………
5.7.4 Simulasi Skenario Model Pengelolaan ………………….
a. Simulasi Skenario Pesimistik ……………………….
b. Simulasi Skenario Konservatif ……………………...
IMPLIKASI KEBIJAKAN ………………………………………..

80
80
81
84
85
85
85
85
88
90
93
94
94
95
96

99
100
130
134
141
141
143
148
153
154
154
163
166
168
169
170
170
177
178
178
181
183

xxv

7

KESIMPULAN DAN SARAN
7.1 Kesimpulan ……………………………………………………..
7.2 Saran ……………………………………………………………

185
186

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………….

189

LAMPIRAN ………………………………………………………………

197

DAFTAR TABEL
Halaman
1 Kriteria kegiatan yang memanfaatkan sumberdaya
pulau-pulau kecil …….……….……………………………………

16

2 Kebutuhan data penelitian …….…………………………………...

44

3 Matriks kesesuaian lahan untuk minawisata bahari pancing ………

50

4 Matriks kesesuaian lahan untuk minawisata bahari pengumpulan
kerang (moluska) …………………………………………………...

51

5 Matriks kesesuaian lahan untuk minawisata bahari karamba
pembesaran ikan ……………………………………………………

52

6 Matriks kesesuaian lahan untuk minawisata bahari selam ………….

53

7 Matriks kesesuaian lahan untuk minawisata bahari mangrove ….…

54

8 Matriks pembobotan kriteria dalam penentuan prioritas
Pemanfaatan ruang …………………………………………………

56

9 Potensi ekologis pengunjung (K) dan luas area kegiatan (Lt) ……..

60

10 Prediksi waktu yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan wisata …….

61

11 Jumlah pulau dan luas wilayah administratif Kota Tual …………...

72

12 Perkembangan jumlah penduduk Kota Tual tahun 2005 - 2009 …...

73

13 Jumlah produksi dan nilai produksi perikanan Kota Tual
tahun 2007 ………………………………………………………….

75

14 Jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara
ke Kabupaten Maluku Tenggara (termasuk Kota Tual)
tahun 2004 - 2008 ………………………………………………….

76

15 Kelas dan spesies makrofauna di Teluk Un ………………………..

92

16 Plankton yang terbawa arus pasut dari dan ke Teluk Un …………..

93

17 Nilai parameter kimia air laut di sekitar perairan Kei Kecil dan
Pulau Dullah ……………..………………………………………...

94

18 Hasil analisis kesesuaian lahan untuk minawisata bahari
pancing ..............................................................................................

101

19 Hasil analisis kesesuaian lahan untuk minawisata bahari
pengumpulan moluska ………..……………………………………

107

20 Hasil analisis kesesuaian lahan untuk minawisata bahari
karamba pembesaran ikan ………………………………………….

113

21 Hasil analisis kesesuaian lahan untuk minawisata bahari
selam ……………………………………………………………….

118

xxvii

xxviii

22 Hasil analisis kesesuaian lahan untuk minawisata bahari
mangrove …………………………………………………………..

124

23 Hasil tumpang susun semua kategori minawisata bahari untuk kelas
sesuai ……………………………………………………………….

130

24 Hasil tumpang susun semua kategori minawisata bahari untuk kelas
sesuai bersyarat ………………………………………………...…..

132

25 Kontribusi masing-masing kriteria terhadap tujuan yang ingin
dicapai ……………………………………………………………...

135

26 Kontribusi masing-masing subkriteria terhadap tujuan yang ingin
dicapai ……………………………………………………………...

137

27 Skala prioritas alternatif aktivitas berdasarkan kriteria dan
subkriteria ………………………………………………………….

138

28 Hasil analisis kesesuaian pemanfaatan ruang untuk semua
aktivitas ……………………………………………………………

141

29 Status kualitas perairan Teluk Un dan Teluk Vid Bangir ………….

149

30 Beban pencemar dan kapasitas asimilasi lingkungan perairan
Teluk Un dan Vid Bangir ………………………………………….

149

31 Luas area peruntukan lahan di kawasan Teluk Un dan
Teluk Vid Bangir …………………………………………………..

154

32 Hasil benefit transfer harga pasar pemanfaatan langsung ekosistem
mangrove dari beberapa lokasi penelitian sebelumnya …………...

157

33 Nilai guna langsung ekosistem hutan mangrove di Teluk Un dan
Teluk Vid Bangir (per hektar per tahun) ……………………..........

157

34 Nilai ekonomi total ekosistem mangrove kawasan Teluk Un dan
Teluk Vid Bangir (per tahun) ….…………………………………..

159

35 Hasil benefit transfer harga pasar pemanfaatan langsung ekosistem
terumbu karang dari beberapa lokasi penelitian sebelumnya ……..

160

36 Nilai guna langsung ekosistem terumbu karang di Teluk Un dan
Teluk Vid Bangir (per hektar per tahun) ………………………

160

37 Nilai ekonomi total ekosistem terumbu karang kawasan Teluk Un
dan Teluk Vid Bangir (per tahun) ….………………………………

163

38 Manfaat Biaya Lanjutan untuk minawisata bahari di Teluk Un
dan Teluk Vid Bangir per 1 unit usaha per tahun ………………….

165

39 Prediksi jumlah tenaga kerja untuk mendukung aktivitas
minawisata bahari ………………………………………………….

168

40 Nilai dugaan atribut pada basis model pengelolaan minawisata
bahari berbasis konservasi …………………………………………

172

41 Hasil running untuk basis model pengelolaan minawisata bahari
di Teluk Un dan Teluk Vid Bangir ………………………………...

176

xxix

42 Perubahan nilai atribut pada skenario pesimistik ………………….

179

43 Hasil running untuk skenario pesimistik model pengelolaan
minawisata bahari di Teluk Un dan Teluk Vid Bangir …………….

179

44 Perubahan nilai atribut pada skenario konservatif …………………

181

45 Hasil running untuk skenario konservatif model pengelolaan
minawisata bahari di Teluk Un dan Teluk Vid Bangir …………….

181

xxxi

DAFTAR GAMBAR
Halaman
1 Diagram alir kerangka pendekatan masalah ...…………………...

7

2 Citra satelit Pulau Dullah dengan komposit RGB 542 ...…

18

3 Minawisata dalam pola irisan (intersection) dan
pola gabungan (union) ………………………………………

22

4 Peta lokasi penelitian ……….………………………………

42

5 Peta stasiun pengamatan ……………………………………

45

6 Diagram alir tahapan analisis data ………………………...

47

7 Grafik hubungan antara beban pencemaran dan kualitas air …….

62

8 Peta wilayah administratif Kota Tual …..………………………..

71

9 Batimetri rata-rata dasar perairan Teluk Un diukur terhadap
batas pasang tertinggi …………………………………………….

86

10 Peta kesesuaian lahan untuk minawisata bahari pancing ………...

105

11 Peta kesesuaian lahan untuk minawisata bahari
pengumpulan kerang (moluska) ………………………………….

111

12 Peta kesesuaian lahan untuk minawisata bahari
karamba pembesaran ikan ………………………………………..

116

13 Peta kesesuaian lahan untuk minawisata bahari selam …………..

122

14 Peta kesesuaian lahan untuk minawisata bahari mangrove ……...

128

15 Peta kesesuaian lahan semua kategori minawisata bahari
untuk kelas sesuai ………………………………………………..

131

16 Peta kesesuaian lahan semua kategori minawisata bahari
untuk kelas sesuai bersyarat ……………………………………...

133

17 Struktur hirarki penentuan skala prioritas pemanfaatan ruang ......

135

18 Diagram batang skala prioritas alternatif aktivitas berdasarkan
krieria dan subkriteria ……………………….…………………...

138

19 Kontribusi masing-masing kriteria terhadap alternatif kategori
aktivitas minawisata bahari ..…………………………………….

140

20 Peta kesesuaian lahan semua kategori minawisata bahari ……….

142

21 Kapasitas asimilasi dari 5 parameter kualitas air di lingkungan
perairan Teluk Un dan Teluk Vid Bangir ………………………..

150

22 Peta alokasi ruang kawasan Teluk Un dan Teluk Vid Bangir
untuk model pengelolaan minawisata bahari berbasis
konservasi ……………..................................................................

155

xxxii

23 Diagram simpal model pengelolaan minawisata bahari
berbasis konservasi ………………………………………………

171

24 Model dinamik pengelolaan minawisata bahari berbasis
konservasi

172

25 Grafik basis model pengelolaan minawisata bahari di Teluk Un
dan Teluk Vid Bangir ……………………………………………

176

26 Grafik skenario pesimistik pengelolaan minawisata bahari
di Teluk Un dan Teluk Vid Bangir ………………………………

180

27 Grafik skenario konservatif pengelolaan minawisata bahari
di Teluk Un dan Teluk Vid Bangir ………………………………

182

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
1 Data hasil penelitian …………………………………………………

199

2 Kriteria umum untuk penentuan pemanfaatan pulau-pulau kecil …...

201

3 Hasil analisis skala prioritas pemanfaatan ruang ……………………

203

4 Perhitungan daya dukung lahan (DDL) dan daya dukung
Kawasan (DDK) …………………………………………………….. 205
5 Data untuk perhitungan kapasitas asimilasi lingkungan perairan …...

210

6 Dasar perhitungan valuasi ekonomi sumberdaya …………………… 212
7 Analisis manfaat-biaya minawisata bahari berbasis konservasi …….

215

8 Equation untuk model dinamik minawisata bahari berbasis
konservasi …………………………………………………………… 220
9 Matriks strategi dan kebijakan untuk keberlanjutan pengelolaan
minawisata bahari pulau kecil berbasis konservasi di Teluk Un
dan Teluk Vid Bangir ……………………………………………….. 228
10 Foto dokumentasi penelitian ………………………………………...

xxxiii

231

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kota Tual adalah salah satu kota kepulauan yang ada di Provinsi
Maluku dengan potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang cukup
melimpah serta potensi pariwisata yang cukup mempesona. Disebut Kota
Kepulauan karena wilayah daratan Kota Tual meliputi 66 buah pulau dimana
keseluruhannya adalah merupakan pulau-pulau kecil. Luas wilayah administratif
kota ini ± 19.095,84 km2, dengan luas lautan ± 18.743,55 km2 (98,16%) dan luas
daratan hanya ± 352,29 km2 (1,84%). Jumlah penduduk Kota Tual pada
tahun 2009 adalah 70.367 jiwa.
Untuk sektor kelautan dan perikanan, tercatat bahwa produksi perikanan
Kota Tual pada tahun 2007 adalah sebesar 134.978,1 ton dengan total nilai
produksi sebesar Rp.601.945.584,00. Bila dibandingkan dengan kondisi 2 tahun
sebelumnya dimana produksi perikanan yang dicapai pada tahun 2005 adalah
sebesar 131.353,9 ton, maka dari sisi produksi telah terjadi peningkatan
sebanyak 3.624,2 ton. (DKP Kabupaten Maluku Tenggara, 2008).
Sedangkan untuk sektor pariwisata, tercatat bahwa jumlah wisatawan
yang berkunjung ke 35 lokasi objek wisata di Kabupaten Maluku Tenggara
(termasuk 11 lokasi objek wisata di Kota Tual) pada tahun 2008 adalah
sebanyak 21.256 orang. Wisatawan tersebut masuk melalui 2 pintu yaitu
Bandara Dumatubun di Langgur (Pulau Kei Kecil) dan Pelabuhan Yos
Sudarso di Tual (Pulau Dullah) yang sebelum pemekaran wilayah kedua pintu
masuk tersebut berada dalam wilayah administratif Kecamatan Kei Kecil
dengan pusatnya di Kota Tual sebagai ibukota Kabupaten Maluku Tenggara.
Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya dimana jumlah wisatawan yang
berkunjung pada tahun 2007 adalah sebanyak 16.170 orang, maka telah terjadi
peningkatan jumlah wisatawan sebanyak 5.086 orang (DPK Kabupaten
Maluku Tenggara, 2009).
Disamping potensi kelautan dan perikanan serta potensi pariwisata
tersebut, Kota Tual juga memiliki potensi sumberdaya pulau-pulau kecil
dimana terdapat 66 pulau yang berada dalam gugusan Kepulauan Kei. Jumlah

2

pulau yang keseluruhannya merupakan pulau kecil tersebut tentunya
memerlukan suatu model pengelolaan yang didasarkan atas kesesuaian lahan
dan daya dukung lingkungan.
Dalam konteks pembangunan kelautan dan perikanan di Kota Tual,
penentuan model pengelolaan pulau-pulau kecil merupakan hal yang sangat
penting karena dengan keberadaan pulau-pulau kecil inilah maka eksistensi
sektor kelautan dan perikanan serta sektor pariwisata di Kota Tual menjadi
sangat strategis. Dengan demikian, penting untuk dipahami seberapa besar
dukungan

keberadaan

pulau-pulau

kecil

terhadap

keberlangsungan

sumberdaya kelautan dan perikanan serta pariwisata, oleh karena itu model
pengelolaan pulau-pulau kecil hendaknya didasarkan atas kesesuaian lahan
dan daya dukung lingkungan, sehingga pada akhirnya pengelolaan pulaupulau kecil sebagai wujud dari pemanfaatan sumberdaya alam dan jasa-jasa
lingkungan diharapkan dapat menjadi faktor pendukung pembangunan kelautan
dan perikanan serta kepariwisataan Kota Tual secara berkelanjutan.
Pulau Dullah adalah salah satu pulau dari gugusan pulau-pulau kecil yang
berada dalam wilayah administratif Kota Tual. Luas Pulau Dullah ± 98,38 km2
dengan jumlah penduduk pada tahun 2009 adalah 57.941 jiwa. Pulau ini
memiliki potensi sumberdaya pesisir dan laut yang cukup besar antara lain
perikanan tangkap dan perikanan budidaya, serta ekosistem terumbu karang,
ekosistem mangrove, dan ekosistem lamun yang masih bagus kondisinya
dengan tingkat kesesuaian yang tinggi bagi pengembangan sektor kelautan dan
perikanan serta sektor pariwisata.
Dari aktivitas perikanan yang berbasis di Pulau Dullah, jumlah produksi
perikanan yang dihasilkan pada tahun 2007 tercatat sebesar 130.372,2 ton
dengan total nilai produksi sebesar Rp.578.948.732,00 atau 96,59% dari total
produksi perikanan Kota Tual. Bila dibandingkan dengan kondisi 2 tahun
sebelumnya dimana produksi perikanan yang dicapai pada tahun 2005 adalah
sebesar 109.159,8 ton dengan total nilai produksi sebesar Rp.668.904.335,00
maka dari sisi produksi telah terjadi peningkatan sebanyak 21.212,4 ton (DKP
Kabupaten Maluku Tenggara, 2008).

3

Demikian pula dengan sektor pariwisata, jumlah wisatawan yang
berkunjung di beberapa objek wisata di Pulau Dullah pada tahun 2008 tercatat
sebanyak 9.046 orang atau 42,56% dari total kunjungan wisatawan ke
Kabupaten Maluku Tenggara termasuk juga ke Kota Tual. Bila dibandingkan
dengan tahun sebelumnya dimana jumlah wisatawan yang berkunjung pada
tahun 2007 adalah sebanyak 7.253 orang, maka telah terjadi peningkatan
jumlah wisatawan sebanyak 1.793 orang (DPK Kabupaten Maluku Tenggara,
2009).
Sisi Barat dari pulau ini merupakan daerah pantai yang terlindung oleh
beberapa pulau kecil di depannya, sepanjang pantai sisi Barat pulau ini sangat
potensial bagi pengembangan pelabuhan dan industri perikanan. Pada sisi Utara
pulau ini terdapat sebuah teluk yang memiliki keindahan pantai dengan
ekosistem pesisir yang masih bagus kualitasnya, kawasan ini sangat cocok dan
dapat dikembangkan untuk lokasi wisata bahari. Sisi Selatan pulau ini
merupakan selat dengan beberapa bagian memiliki teluk dengan kondisi
perairan yang relatif tenang dan kualitas perairan yang masih baik sehingga
sangat potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi budidaya laut dan lokasi
wisata bahari.
Selain itu, berdasarkan hasil kajian sebelumnya tentang identifikasi calon
Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) di Provinsi Maluku yang dilakukan
pada tahun 2006 oleh Marine and Environmental Research and Development
Insitute (MERDI) sebagai konsultan teknis Dinas Perikanan dan Kelautan
Provinsi Maluku, terlihat bahwa hasil kajian tersebut telah menjustifikasi
perairan sekitar Pulau Dullah khususnya di perairan Teluk Un sebagai kawasan
yang patut dilindungi karena merupakan daerah sumber (source) terutama yang
berkaitan dengan distribusi bibit kehidupan (propagule ‘misalnya larva’) yang
mengendalikan keberlangsungan kehidupan di perairan sekitarnya, sehingga
harus dikelola secara bijaksana dengan menyeimbangkan antara kegiatan
pembangunan dan konservasi agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan
untuk kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitarnya.
Dengan melihat kondisi tersebut maka salah satu model pengelolaan
pulau-pulau kecil yang dapat dikembangkan di Pulau Dullah khususnya di

4

kawasan Teluk Un dan Teluk Vid Bangir adalah minawisata bahari yaitu
dengan mengintegrasikan potensi perikanan tangkap, perikanan budidaya dan
wisata bahari dalam suatu model pengelolaan terpadu dan berbasis konservasi.
Dalam konteks ini, yang menjadi variabel konservasi dalam dimensi ekologi
(analisis kesesuaian lahan dan analisis daya dukung lingkungan) adalah alokasi
ruang (spatial) dimana ruang untuk pengembangan minawisata bahari berbasis
konservasi dibatasi dengan kapasitas lahan yaitu 30% dari luas lahan yang
sesuai untuk berbagai kategori aktivitas minawisata bahari. Selanjutnya yang
menjadi variabel konservasi dalam dimensi ekonomi (analisis manfaat-biaya)
adalah alokasi waktu (temporal) dimana waktu untuk memanfaatkan ekosistem
dan sumberdaya pesisir dan laut yang ada di kawasan Teluk Un dan Teluk Vid
Bangir dibatasi dengan memberikan jeda waktu agar ekosistem dan sumberdaya
yang ada tersebut memiliki kesempatan untuk memulihkan kondisinya
(recovery) secara alami. Kedua variabel tersebut diatas diharapkan dapat
menjawab

makna

dari

pengelolaan

berbasis

konservasi

yaitu

untuk

perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau-pulau
kecil serta ekosistemnya untuk menjamin keberadaan, ketersediaan dan
kesinambungan sumberdaya dengan tetap memelihara dan meningkatkan
kualitas nilai dan keanekaragamannya.
Keterpaduan pengelolaan yang berbasis konservasi ini dibutuhkan dalam
pengelolaan dan pemanfaatan ruang dan sumberdaya pesisir dan lautan
Pulau Dullah karena fungsi dan peran Pulau Dullah sangatlah penting baik bagi
kehidupan ekosistem sekitar maupun bagi kelangsungan hidup masyarakatnya
baik disaat sekarang maupun dimasa yang akan datang. Selain itu Pulau
Dullah juga sangat strategis karena merupakan Ibukota dari Pemerintahan Kota
Tual dimana berlangsung berbagai aktivitas pembangunan yang cenderung
memberikan tekanan bagi ekosistem dan sumberdaya yang ada. Untuk
mencapai hal tersebut, dibutuhkan suatu kajian mengenai “rancang bangun
pengelolaan minawisata bahari pulau kecil berbasis konservasi” dengan tujuan
mengintegrasikan potensi sumberdaya yang ada untuk mendukung pengelolaan
dan pemanfaatan pulau-pulau kecil secara terpadu, berkelanjutan dan berbasis
konservasi.

5

1.2 Perumusan Masalah
Pulau Dullah sebagai pulau terbesar dari gugusan pulau-pulau kecil yang
berada di dalam wilayah administratif Kota Tual, memiliki potensi sumberdaya
alam yang masih tergolong baik. Hal ini ditandai dengan keberadaan tiga
ekosistem utama wilayah pesisir dan laut yaitu ekosistem mangrove, ekosistem
terumbu karang, dan ekosistem lamun yang masih bagus kondisinya, belum lagi
potensi sumberdaya ikan dan non ikan yang tersebar di perairan yang
merupakan satu kesatuan ekologis dalam gugusan pulau-pulau kecil tersebut.
Melihat potensi sumberdaya yang dimiliki dan peluang pengembangannya
serta kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempat, maka
terdapat 2 hal yang teridentifikasi sebagai isu pembangunan yang berkembang
saat ini yang merupakan kendala dalam pengelolaan dan pemanfaatan
sumberdaya yang ada di Pulau Dullah yaitu :
1. Sampai saat ini pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut
Pulau Dullah belum terpadu dan masih bersifat sektoral terutama
pemanfaatan potensi perikanan dan pariwisata. Apalagi dengan pemekaran
Kota Tual, tentunya penduduk Pulau Dullah akan semakin bertambah dan
aktivitas

pembangunan

akan

semakin

tinggi

sehingga

cenderung

memberikan tekanan terhadap ekosistem dan sumberdaya yang ada, maka
untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya tersebut dibutuhkan suatu
bentuk keterpaduan pengelolaaan yang berbasis konservasi.
2. Dengan pemekaran Kota Tual tersebut, maka dapat dipastikan dalam
beberapa tahun ke depan hampir seluruh lahan akan terpakai untuk berbagai
aktivitas pembangunan, apalagi Pulau Dullah tergolong dalam kategori pulau
kecil sehingga perlunya efisiensi pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut
terutama

pemanfaatan

potensi

perikanan

dan

pariwisata

dengan

mengembangkan model keterpaduan yang berbasis konservasi.
1.3 Kerangka Pendekatan Masalah
Sudah menjadi realitas bahwa wilayah kepulauan yang memiliki luas
lautan lebih besar dari pada daratan akan bertumpu pada pemanfaatan
sumberdaya kelautan dan perikanan serta pariwisata dalam menopang
pertumbuhan dan roda perekonomian wilayah tersebut. Demikian halnya

6

dengan Kota Tual, karena memiliki perairan yang jauh lebih luas dari daratan
serta memiliki 66 buah pulau-pulau kecil, maka potensi pengembangan wilayah
ini tentunya berada pada sektor kelautan dan perikanan serta sektor pariwisata.
Dalam konsep pembangunan kelautan dan perikanan serta pariwisata di
wilayah yang banyak memiliki pulau-pulau kecil seperti di Kota Tual ini, maka
hal yang tepat untuk dilakukan adalah pendekatan keterpaduan pengelolaan
yang berbasis konservasi. Dalam merancang bangun pengelolaannya, minimal
keterpaduan ini dapat mengintegrasikan aktivitas perikanan dan wisata bahari
yang akan dikembangkan pada pulau-pulau berpotensi. Untuk mendukung
konsep ini, maka perlu dilakukan analisis kesesuaian lahan dan daya dukung
lingkungan dengan menggunakan alokasi ruang (spatial) sebagai variabel
konservasi terhadap kondisi fisik Pulau Dullah. Tahapan selanjutnya adalah
melakukan valuasi ekonomi dan analisis manfaat-biaya dengan menggunakan
alokasi waktu (temporal) sebagai variabel konservasi non fisik. Kemudian
rancang bangun pengelolaan tersebut dimodelkan dengan menggunakan
pemodelan dinamik untuk mendapatkan model optimal dari pengelolaan
terpadu yang berbasis konservasi. Diagram alir kerangka pendekatan masalah
seperti ditunjukan pada Gambar 1.

1.4 Ruang Lingkup Penelitian
Agar dapat mencapai hasil yang maksimal, maka ruang lingkup penelitian
ini perlu dibatasi hanya pada kawasan yang berpotensi untuk dikembangkan di
Pulau Dullah yaitu di perairan Teluk Un dan Teluk Vid Bangir sehingga rancang
bangun pengelolaan minawisata bahari berbasis konservasi difokuskan hanya
didalam kawasan tersebut saja.

1.5 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1.

Merancang bangun pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut Pulau Dullah
dengan model minawisata bahari pulau kecil yang mengintegrasikan
kegiatan perikanan tangkap, perikanan budidaya, dan wisata bahari dalam
satu model pengelolaan terpadu.

7

EKOSISTEM PPK
PULAU DULLAH

PRODUK EKOSISTEM
( ECOSYSTEM GOODS )

JASA LINGKUNGAN
( ENVIRONMENTAL SERVICE )

POTENSI PERIKANAN
• Perikanan Tangkap
• Perikanan Budidaya

TEKANAN
PENDUDUK



Peman

Dokumen yang terkait

Rancang bangun pengelolaan minawisata bahari pulau kecil berbasis konservasi: kasus pulau dullah Kota Tual Provinsi Maluku