Pengiriman Transmigran KK Perkembangan Pelatihan Calon Transmigran KK

II - 204 No AspekFokusBidang UrusanIndikator Kinerja Pembangunan Daerah Capaian Kinerja Standar Interpretasi belum tercapai sesuai melampaui 2008 2009 2010 2011 2012

1.2. Pengeluaran konsumsi non pangan per kapita

161.805 161.800 180.317 224.438 251,03 NA

2. Pertanian

2.1. Nilai tukar petani

102,7 100,03 103,12 106,62 106,37 107,84

B. Fasilitas wilayahInfrastruktur

1. Perhubungan

1.1. Perkembangan Pelayanan Perkeretaapian

1.1.1. Jumlah Penumpang orang

7.889.666 8.957.670 9.376.298 7.586.582 9.655.794 NA

1.1.2. Jumlah barang terangkut ton

1.882.028 1.748.849 1.796.157 448.788 1.562.214 NA

C. Fokus Iklim Berinvestasi

1. Otonomi Daerah,Pemerintahan Umum,

Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian

1.1. Angka Kriminalitas

4,02 3,91 3,92 4,26 3,61 NA

1.2. Jumlah DemoUnjuk Rasa

436 367 380 326 491 NA III - 1 BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN 3.1 Kinerja Keuangan Tahun 2008-2013 3.1.1 Kinerja Pelaksanaan APBD Keuangan Daerah adalah hak dan kewajiban daerah dalam melaksanakan otonomi daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengelolaan belanja dan pembiayaan daerah diarahkan untuk memenuhi kebutuhan daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya sesuai prinsip anggaran berbasis kinerja. Analisis kinerja keuangan Tahun 2008-2013, dimaksudkan untuk mengetahui rata-rata pertumbuhan yang dapat dijadikan sebagai dasar analisis proyeksi keuangan ke depan. Analisis kinerja keuangan dilaksanakan terhadap kinerja pelaksanaan APBD dan neraca daerah Provinsi Jawa Tengah. Keuangan Daerah Provinsi Jawa Tengah dikelola sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, serta peraturan perundang-undangan lain yang terkait. Selanjutnya pengelolaan keuangan daerah Provinsi Jawa Tengah secara spesifik diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Pokok-pokok yang diatur dalam peraturan daerah tersebut meliputi : 1. Kekuasaan pengelolaan keuangan daerah; 2. Azas umum dan struktur APBD; 3. Penyusunan rancangan APBD; 4. Penetapan APBD; 5. Pelaksanaan APBD; 6. Perubahan APBD; 7. Pengelolaan kas; 8. Penatausahaan keuangan daerah; 9. Akuntansi keuangan daerah; 10. Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD; 11. Kerugian daerah; 12. Pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah BLUD; 13. Pembinaan dan pengawasan pengelolaan keuangan daerah; dan 14. Sistem Informasi Keuangan Daerah. Sedangkan pedoman penatausahaan pelaksanaan APBD diatur tersendiri dalam Peraturan Gubernur yang ditetapkan setiap tahun yaitu pada akhir tahun sebagai pedoman dalam pelaksanaan APBD pada awal tahun berikutnya. Kinerja