2. 3 Evalusai alternatif 2. 4 Keputusan Pembelian

6. 2. 3 Evalusai alternatif

Setelah memiliki informasi yang cukup tentang hal yang berkaitan dengan produk atau jasa yang akan digunakan, responden akan melakukan evaluasi alternatif. Tahap ini responden menentukan faktor-faktor yang relevan dengan keinginan untuk membuat keputusan pembelian di Met Liefde Café. Kriteria umum yang dijadikan dasar dalam pemilihan adalah tempat dan lokasi yang strategis yang mudah dijangkau, cita rasa makanan dan minuman, variasi keragaman menu yang tersedia, cara penyajian makanan dan minuman, kebersihan dan kerapihan ruangan restoran, keamanan dan kenyamanan restoran. Kriteria-kriteria ini dapat dijadikan pertimbangan awal dalam melakukan pembelian di Met Liefde Café. Rasa merupakan dasar pertimbangan utama responden dalam melakukan pembelian Met Liefde Café dengan persentase 38 persen. Pertimbangan lainnya tempat lokasi yang strategis dan mudah dijangkau merupakan pertimbangan responden melakukan pembelian di Met Liefde Café dengan jumlah persentase sebesar 29 persen. Sedangkan untuk variabel harga memiliki jumlah persentase terendah yaitu sebesar satu persen. Tabel 22 menampilkan informasi yang paling diperhatikan oleh responden dalam melakukan pembelian di Met Liefde Café. Tabel 22 Sebaran Responden Berdasarkan Atribut Restoran Yang Paling Dipertimbangkan Dalam Membeli Atribut Restoran Yang Menjadi Pertimbangan Jumlah Responden orang Persentase Tempat dan lokasi yang strategis 29 29 Cita rasa makanan dan minuman 38 38 Variasi menu yang tersedia 11 11 Cara penyajian yang menarik 3 3 Kebersihan dan kerapihan ruangan restoran 6 6 Keamanan dan kenyamanan restoran 12 12 Lainnya : Harga yang ditawarkan 1 1 Total 100 100

6. 2. 4 Keputusan Pembelian

Variabel yang dinilai dalam keputusan pembelian dapat memenuhi kebutuhan atau selera responden, merupakan pilihan terbaik dari alternatif yang ada sehingga akan dibeli oleh responden. Semua atribut yang ada dipertimbangkan dan disesuaikan dengan keinginan responden sampai pada tahap proses pembelian suatu produk atau jasa yang akan digunakan. Cara responden memutuskan pembelian di Met Liefde Café bermacam-macam, yaitu terencana sudah direncanakan sebelumnya, mendadak niat untuk membeli baru dirasakan ketika telah berada di dekat lokasi, dan tergantung situasi. Tabel 23 menyajikan sebaran responden berdasarkan cara memutuskan pembelian di Met Liefde Café. Terlihat bahwa kelompok responden paling banyak melakukan pembelian dengan perencanaan terlebih dahulu yaitu sebanyak 41 persen, kemudian responden yang melakukan pembelian tergantung situasi sebanyak 39 persen. Sedangkan responden yang melakukan pembelian tidak terencana berjumlah 20 persen. Keadaan ini menunjukkan bahwa pembelian yang sudah direncanakan sebelumnya, responden akan lebih bersedia meluangkan waktu dan energi mereka dalam melakukan pembelian di Met Liefde Café sehingga pembelian pun dapat lebih efektif. Di sisi lain responden menganggap ini sudah menjadi salah satu gaya hidup sehingga responden selalu membutuhkannya kapan pun sesuai keinginan dan kondisi mereka. Tabel 23 Sebaran Responden Memutuskan Pembelian Berdasarkan Situasi Cara Memutuskan Pembelian Jumlah Responden orang Persentase Terencana 41 41 Mendadak 20 20 Tergantung situasi pada saat itu 39 39 Total 100 100 Responden sangat dipengaruhi adanya pihak-pihak yang menemani dalam kunjungannya. Teman merupakan pihak yang sangat berpengaruh besar dalam menemani melakukan pembelian dengan persentase sebesar 52 persen. Untuk pergi bersama keluarga sebesar 40 persen. Responden yang memutuskan untuk pergi sendiri tanpa ditemani oleh pihak manapun dan responden lainnya ditemani oleh pacar memperoleh persentase yang sama yaitu empat persen. Tabel 24 Sebaran Responden Berdasarkan Pihak Menemani Kunjungan Pihak Yang Menemani Saat Pembelian Jumlah Responden orang Persentase Sendiri saja 4 4 Keluarga 40 40 TemanKenalan 52 52 Lainnya : Pacar 4 4 Total 100 100 Berdasarkan Tabel 25, bahwa sebagian besar kelompok responden yang melakukan pembelian di Met Liefde Café berdasarkan pengaruh teman yaitu sebanyak 49 persen. Sementara yang terpengaruh oleh keluarga dan inisiatif sendiri masing-masing sebesar 28 persen dan 17 persen. Untuk lainnya sebesar enam persen yang mencakup pengaruh pacar dan iklan. Ini menunjukkan bahwa pengaruh teman merupakan pemasar yang cukup efektif melalui word of mouth karena dapat memberikan pesan yang positif. Hal ini akan membuat penerima informasi lainnya terpengaruh untuk melakukan pembelian di Met Liefde Café. Tabel 25 Sebaran Responden Berdasarkan Pihak Yang Mempengaruhi Kunjungan Pihak Yang Mempengaruhi Jumlah Responden orang Persentase Inisiatif sendiri 17 17 Keluarga 28 28 Teman 49 49 Lainnya : Pacar dan iklan 6 6 Total 100 100 Dalam melakukan pembelian, keputusan pembelian dilakukan pada saat hari libur, hari kerja, dan kombinasi dari keduanya. Responden yang melakukan pembelian sering dilakukan pada hari libur dan hari kerja kombinasi keduanya dengan jumlah persentase sebesar 48 persen. Untuk pembelian pada saat hari libur sebesar 35 persen dan hari kerja sebesar 17 persen. Responden yang melakukan pembelian berulang dapat melakukan pembeliannya kembali baik hari libur maupun hari kerja sesuai kondisi mereka. Tabel 26 Sebaran Responden Berdasarkan Waktu Kunjungan Keputusan Pembelian Berdasarkan Waktu Kunjungan Jumlah Responden orang Persentase Hari libur 35 35 Hari kerja 17 17 Kombinasi dari keduanya 48 48 Total 100 100 Responden yang melakukan pembelian di Met Liefde Café cenderung melakukan pembeliannya pada saat malam hari yaitu dengan jumlah persentase sebesar 57 persen. Responden yang memilih pada sore hari sebesar 27 persen. Sedangkan yang memilih pada saat siang hari hanya 16 persen. Responden lebih tertarik dengan suasana malam hari karena ingin menikmati fasilitas yang diberikan yaitu live music, juga merasakan suasana malam yang tenang sehingga responden merasa relaks dengan suasana yang nyaman karena kunjungan yang antara siang hari dan malam hari sangat terasa perbedaan atmosfernya. Tabel 27 Sebaran Responden Berdasarkan Kebiasaan Waktu Kunjungan Waktu Kunjungan Berdasarkan Kebiasan Jumlah Responden orang Persentase Siang hari 16 16 Sore hari 27 27 Malam hari 57 57 Total 100 100 Berdasarkan Tabel 28, responden yang melakukan pembelian di Met Liefde Café sebanyak satu kali memiliki persentase terbesar yaitu sebesar 27 persen. Kelompok responden yang sudah melakukan pembelian sebanyak dua kali dan tiga kali masing-masing sebesar 23 persen dan 22 persen. Untuk responden yang sudah melakukan sebanyak empat kali memiliki persentase terendah yaitu sebesar delapan persen. Sedangkan responden yang sudah melakukan pembelian lebih dari lima kali memiliki persentase yang cukup banyak yaitu sekbesar 20 persen. Selanjutnya untuk meningkatkan loyalitas konsumen agar terus melakukan pembelian secara berulang, pihak manajemen perlu meningkatkan berbagai macam aspek seperti meningkatkan fasilitas ataupun promosi secara meluas. Tabel 28 Sebaran Responden Berdasarkan Jumlah Kunjungan Jumlah Pembelian Yang Telah Dilakukan Selama Kunjungan Jumlah Responden orang Persentase 1 kali 27 27 2 kali 23 23 3 kali 22 22 4 kali 8 8 5 kali 20 20 Total 100 100

6. 2. 5 Pasca Pembelian

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

111 3545 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 903 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 823 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 535 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 689 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

57 1186 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

61 1090 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 692 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

29 967 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1180 23