7 Bauran Proses 1 Kesimpulan BERLEBIHAN

ini perlu dipertahankan mengingat pengunjung Met Liefde Café terdiri dari berbagai kalangan, baik remaja, dewasa maupun yang sudah berkeluarga. Sehingga restoran tidak merasa asing ketika datang ke Met Liefde Café dan merasa nyaman dan menikmati suasana yang ditawarkan.

8. 6 Bauran Fisik

Physical Evidence Pengunjung menginginkan fasilitas restoran yang lengkap, bersih dan memuaskan. Met Liefde Café telah mampu memberikan kepuasan terhadap atribut fisik restoran kepada pelanggannya. Atribut tersebut adalah penataan ekterior dan interior restoran tata lampu, kursi dan meja, barang pajangan, pemilihan warna ruangan, kebersihan dan kerapihan ruangan restoran meja makan, toilet, musholla, bar, wastafel, alunan musik kesesuaian jenis lagumusik, volume musik. Strategi yang harus diterapkan pihak Met Liefde Café adalah dengan tetap menjaga keaslian dari bangunan restoran dan memperbaiki beberapa penataan eksterior maupun interior yang dirasa belum memuaskan serta selalu menjaga kebersihan toilet dan ruangan. Untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapihan ruangan ini Met Liefde Café harus selalu menyediakan fasilitas pendukung lainnya di ruangan dan toilet seperti tempat sampah, asbak, tissue, sabun dan pewangi toilet. Sehingga pengunjung merasa nyaman dalam menggunakan dan menikmati berbagai fasilitas yang ditawarkan.

8. 7 Bauran Proses

Process Restoran merupakan usaha jasa boga yang tidak hanya menjual produk akan tetapi juga menjual jasa. Dalam menjual jasa yang baik harus selalu memperlihatkan proses yang baik pula. Upaya yang dapat dilakukan pengelola restoran adalah dengan menyusun SOP Standard Operational Procedure tentang kecepatan penyajian masing-masing jenis menu dan meningkatkan keterampilan karyawan terutama bagian dapur untuk mengembangkan teknik baru dalam memasak agar kecepatan penyajian dapat ditingkatkan. Selain itu, diperlukan tambahan tenaga dapur untuk menjamin kecepatan penyajian pada saat banyak pengunjung. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan merekrut karyawan part time yang jam kerjanya lebih fleksibel. Hal ini bermanfaat apabila terjadi bottleneck, dimana sebagian karyawan menghadapi periode sibuk sementara karyawan lainnya relatif santai. Strategi yang dapat dilakukan adalah dengan terus memberikan pelatihan kepada pramusaji dan kasir mengenai tata cara proses pelayanan yang terbaik yang diinginkan pengunjung. Pada strategi ini, pramusaji dan pengeola diharapkan selalu tanggap dan cepat dalam menangani segala sesuatunya. Sehingga pramusaji selalu siap dalam melayani pengunjung, baik dalam penyajian makanan dan minuman maupun dalam proses transaksi. Seiring berjalannya waktu, perusahaan disarankan untuk lebih memprioritaskan upaya memperluas atau mengembangkan pasar karena pembeli potensial belum terjangkau sepenuhnya oleh perusahaan. Strategi pengembangan pasar ditujukan untuk meningkatkan volume penjualan dan membidik pengunjung potensial sehingga dapat meningkatkan pangsa pasar. IX KESIMPULAN DAN SARAN

9. 1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai respon pengunjung terhadap performance Met Liefde Café, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Analisis deskriptif mengenai karakteristik umum Met Liefde Café diketahui bahwa pengunjung sebagian besar berusia 21–30 tahun, berjenis kelamin perempuan, berdomisili di Luar Bogor, status belum menikah, memiliki pendidikan terakhir sarjana S1, bekerja sebagai pegawai swasta, dengan pendapatan per bulan lebih dari Rp 5.000.000,00, ini menunjukkan sebagian besar responden Met Liefde Café adalah golongan menengah ke atas dengan penghasilan yang tinggi serta memiliki tingkat pendidikan dan pekerjaan yang baik. Hal ini sudah sesuai dengan target Met Liefde Café yaitu pengunjung golongan ekonomi menengah ke atas. Dari keseluruhan jumlah rersponden, sebesar 15 orang yang sudah memiliki kartu keanggotaan member card. 2. Hasil proses keputusan pembelian menunjukkan bahwa motivasi pengunjung melakukan pembelian adalah karena suasana yang nyaman dan strategis, sumber informasi, pengaruh, pihak menemani pembelian adalah teman, atribut yang dipertimbangkan yaitu citarasa. Pengunjung akan tetap membeli walaupun harga yang ditawarkan mengalami kenaikan. Pembelian dilakukan malam hari pada waktu hari libur dan kerja. Secara keseluruhan pengunjung merasa puas dengan pembeliannya dan ingin melakukan pembelian kembali. 3. Hasil perhitungan indeks kepuasan konsumen CSI Met Liefde Café, secara keseluruhan responden menyatakan kinerja Met Liefde Café telah memenuhi 73,80 persen harapan pengunjung. Berdasarkan hasil importance performance analysis, atribut yang perlu perbaikan karena memiliki kinerja yang rendah antara lain kecepatan penyajian makanan dan minuman, kesigapan dan respon pramusaji dalam melayani dan tanggapan terhadap keluhan pengunjung. Atribut yang berada pada kuadran I harus menjadi proititas utama Met Liefde Café dalam memperbaiki kinerjanya dengan begitu kepuasan pengunjung pada atribut ini dapat tercapai. Sintesis hasil IPA dan analisis diagonal, terdapat empat atribut yang mengalami under service, antara lain kesigapan dan respon pramusaji, kecepatan penyajian, harga yang ditawarkan, dan kemudahan sarana parkir. Pelayanan tersebut memiliki nilai positif terbesar diantara atribut lainnya dan memberikan pengaruh tertinggi dalam membangun kepuasan service quality kualitas pelayanan. 4. Langkah manajerial yang dapat dilakukan Met Liefde Café dalam usaha untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dapat dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu dengan melakukan upaya peningkatan kecepatan penyajian makanan dan minuman, upaya peningkatan sistem pengaturan parkir, upaya peningkatan dalam melayani tanggapan keluhan pengunjung dan upaya memberikan potongan harga dengan syarat tertentu.

9. 2 Saran

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

111 3564 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 911 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 830 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 539 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 696 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

57 1194 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

62 1097 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 700 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

29 974 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1190 23