Membuat Preparat Mikroorganisme Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar 1 Kelas 7 Sukis Wariyono Yani Muharomah 2009

132 Mari BIAS 1

B. KESELAMATAN KERJA

Setiap melakukan aktivitaskegiatan pasti ada risikonya. Begitu juga dalam melakukan penelitian. Bagaimanakah cara memperkecil risiko dalam melakukan penelitian tersebut? Untuk itu prinsip keselamatan kerja perlu ditanamkan dalam setiap kegiatan penelitian. Langkah-langkah keselamatan kerja dalam kegiatan penelitian sebagai berikut.

1. Membawa dan Memperlakukan Alat dan Bahan secara Aman

a. Mikroskop

1 Mikroskop dibawa dengan posisi tegak. Pegang tangkainya dengan satu tangan dan tangan yang lain menyangga dasarnya. 2 Mikroskop diletakkan dengan hati-hati di atas meja. Jangan diayun, dilambungkan, atau digetarkan saat diletakkan karena dapat merusak bagian-bagiannya. 3 Saat ingin memindah, jangan digeser dengan menyeret salah satu bagian, karena akan melepaskannya. Angkat dan pindahkah dengan hati-hati. 4 Mikroskop yang tidak dipakai disimpan dalam kotak dan ditutup plastik lebih dahulu. Saat menyimpan, lensa objektif dipasang dalam keadaan berkekuatan rendah. 5 Jangan mendekatkan lensa objektif ke kaca benda dengan pemutar kasar saat mata mengintip karena tabung akan menekan lensa tanpa disengaja dan dapat memecahkannya.

b. Melihat Isi Tabung Reaksi

Ketika memasukkan zat asam atau zat korosif, lihatlah melalui sisi gelas. Hal itu untuk menghindarkan mata dari percikan zat. Melihat melalui mulut tabung sangat berbahaya.

c. Pemanasan Zat dalam Tabung Reaksi

1 Pada saat memanasi zat dalam tabung, tabung dijepit dengan penjepit. 2 Agar tabung tidak pecah karena pemanasan mendadak yang tidak merata, jauhkan dan dekatkan tabung reaksi berulang- ulang sampai panas merata. 3 Panaskan bagian bawah tabung reaksi di bagian atas api. 4 Jauhkan mulut tabung ke tempat yang aman, yaitu jauh dari orang dan peralatan serta zat-zat berbahaya lain. Agar percikan zat dan asapnya tidak mengganggu. Tujuan pembelajaranmu adalah dapat: memegang, memba- wa, dan memperlaku- kan alat dan bahan secara aman; mendeskripsikan ba- han-bahan yang ber- bahaya dan yang da- pat menimbulkan penyakit; mengindentifikasi sim- bol-simbol dalam la- boratorium. Tujuan Pembelajaran Pengamatan Ilmiah 133

d. Mengelola Bahan Kimia

Beberapa cara untuk menghindari kecelakaan terhadap penggunaan bahan kimia antara lain adalah sebagai berikut. a. Gunakan spatula untuk mengambil bahan kimia yang bentuknya padat. Hindari kontak langsung dengan tangan. b. Bacalah tabel pada wadah dan pastikan pengambilan bahan kimia sesuai kebutuhan. c . Perhatikan cara memindahkan bahan kimia dari wadah satu ke wadah lain. Misalnya, pada saat mengambil bahan kimia dengan pipet tetes jangan sampai tumpah. d. Pastikan selalu memakai kaca mata pengaman dalam kegiatan. e. Untuk siswa perempuan berambut panjang, ikatlah rambutmu ketika memanaskan zat kimia. f. Jangan mencium secara langsung bahan kimia yang akan di- gunakan. Kalau ingin mencium kipas-kipaslah secara perlahan- lahan ke arah hidung. g. Jangan mengembalikan zat sisa hasil kegiatan ke dalam botol stok.

2. Bahan yang Berbahaya dan Dapat Menimbulkan Penyakit a. Bahan yang Mudah Meledak dan Terbakar

Bahan yang mudah meledak eksplosif dan terbakar se- baiknya disimpan pada tempat yang teduh, jauh dari panas dan api. Sebaiknya, bahan-bahan tersebut diperlakukan dengan hati-hati, jangan sampai bergesekan atau berguncang. Bahan yang eksplosif lebih aman disimpan dalam keadaan basah. Beberapa contoh bahan yang mudah meledak, antara lain nitrogen cair, asam pekat, dan amonium dikromat. Bahan yang mudah terbakar, misal eter, aseton, dan senyawa alkohol. Beberapa bahan yang oksidatif cepat terbakar, misalnya natrium oksalat.

b. Bahan yang Beracun dan Berbahaya

Bahan yang beracun akan berbahaya bagi tubuh, jika masuk ke dalam tubuh. Hal itu dapat terjadi dengan terisap melalui hidung atau terserap dalam kulit. Bahkan, sangat berbahaya, jika termakan atau terminum. Oleh karena itu, berhati-hatilah saat bekerja menggunakan zat-zat beracun tersebut. Jangan memakai tangan secara langsung untuk mengambil atau memindahkan zat-zat kimia, walaupun zat-zat itu tidak beracun. Karena, zat yang sudah memasuki tubuh di atas ambang batas juga berbahaya bagi tubuh. Jangan mengisap zat kimia secara langsung memakai mulut, tetapi gunakn pipet, walaupun hanya berupa air. Pakailah pipet tetes untuk mengambil atau memindah zat cair. Pakailah spatula atau sendok plastik untuk memindah atau mengambil zat kimia berbentuk padat. Jangan mencium zat kimia secara langsung. Pakailah penutup hidung ketika bekerja dengan zat berbahaya atau saat mereaksikan dan membakar suatu bahan. Kegiatan yang dapat menimbulkan asap Bahaya ledakan Bahaya kebakaran S Gambar 8.4 Simbol bahan yang mudah meledak dan mudah terbakar. Sumber: http:google.com Keracunan berbahaya S Gambar 8.5 Simbol bahan yang beracun dan berbahaya Sumber: http:google.com