Kohesi dan Koherensi dalam Wacana

Pentingnya Menjaga Kesehatan 35 L atihan 2.9 Berdasarkan penjelasan dan contoh-contoh di depan, dapat dikatakan bahwa kohesi dan koherensi merupakan penghubung bentuk dan makna bagian-bagian wacana sehingga membentuk wacana yang utuh. Perhatikan dengan cermat beberapa wacana di bawah ini Tentukan wacana yang tidak kohesi dan atau tidak koheren Tentukan letak ketidakkohesian atau ketidakkoherenannya, sampaikan juga koreksi kalian kepada teman-teman sekelas 1. A : Bagaimana Anda dapat mengatasi masalah ini? B : Masalah ini sebenarnya bukan bidang kajian kita. 2. A : Berapa harga boneka ini, Bang? B : Murah saja, Pak. A : Berapa? Sepuluh ribu? B : Tambah sedikit Pak A : Dua belas ya? B : Sebenarnya belum dapat. Tapi, nggak apalah, Pak. 3. Kemarin sore ayah membelikan adik sebuah kamus. Rupanya ayah mengetahui kalau adik sangat membutuhkannya. 4. Panasnya sinar matahari tidak menyurutkan semangat para pedagang asongan di terminal itu. Mereka berangkat dari rumah pagi-pagi. Banyak dagangan yang mereka tawarkan di sana. Mulai dari rokok, minuman berkaleng, dan beberapa yang lain. Mereka menjalani profesi itu selama bertahun-tahun. Barangkali inilah yang membuat mereka semakin ulet. Kehujanan dan kepanasan sudah menjadi bagian hidup mereka. Tampaknya mereka cukup bahagia dengan keadaan itu. 5. Mengenai RUU Susduk MPRDPR dan DPRD, Afan melihat tidak ada masalah. “Salah satu bagiannya memang membicarakan keberadaan ABRI di lembaga legislatif. Persoalannya adalah, berapa pun jumlah anggota fraksi ABRI di DPR tidak akan ada bedanya, sepanjang kita memandang dwifungsi ABRI seperti sekarang ini,” tandasnya.

2. Menentukan Kelengkapan Wacana

Bentuk wacana tertulis sangat bervariasi. Wacana yang baik mengandung kohesi dan koherensi di dalamnya. Surat merupakan salah satu contohnya. Sebuah surat dikatakan lengkap apabila unsur-unsur 36 Bahasa Indonesia XII Program Bahasa kelengkapan dalam surat terpenuhi. Bagian-bagian yang menunjukkan kelengkapan surat, antara lain: nama pengirim, alamat pengirim, yang dikirimi, alamat yang dikirimi, pembuka, isi atau maksud surat, penutup, dan sebagainya. Kelengkapan bagian sebuah surat hampir sama dengan sebuah karangan. Sebuah karangan dikatakan lengkap apabila mengandung beberapa unsur, misalnya pendahuluan, isi, dan penutup. Wacana yang tidak memenuhi kelengkapan unsur-unsurnya disebut wacana yang tidak lengkap. Perhatikan contoh berikut ini No : 01KT.TBV2008 Lampiran : - Hal : Undangan rapat Yth. Sdr. Muhdi Jl. Bungur No. 12 Semarang Timur Dengan hormat, Bersama ini kami mengundang Saudara untuk menghadiri rapat karang taruna yang akan diadakan pada: hari, tanggal : Senin, 19 Mei 2008 tempat : Sdr. Amran Ketua acara : pembentukan panitia olahraga Demikianlah surat undangan ini disampaikan. Atas perhatian dan kehadirannya diucapkan terima kasih. Hormat kami, Amran Maulana Ketua Dari contoh surat di atas dapat diketahui bahwa surat undangan tersebut tidak lengkap. Ketidaklengkapan surat undangan di atas ditandai dengan tidak dicantumkannya tanggal surat dan pukul berapa rapat akan dilaksanakan.