1 Raja-Raja 18:19-40 Membaca kisah Nabi Elia a. 1 Raja-Raja 16:29-33; 17:1

60 Kelas VI SD ada empat ratus lima puluh orang banyaknya. 23 Namun, baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan; biarlah mereka memilih seekor lembu, memotong-motongnya, menaruhnya ke atas kayu api, tetapi mereka tidak boleh menaruh api. Aku pun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya ke atas kayu api dan juga tidak akan menaruh api. 24 Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan aku pun akan memanggil nama Tuhan. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah” Seluruh rakyat menyahut, katanya: “Baiklah demikian” 25 Kemudian Elia berkata kepada nabi-nabi Baal itu: “Pilihlah seekor lembu dan olahlah itu dahulu, karena kamu ini banyak. Sesudah itu panggillah nama allahmu, tetapi kamu tidak boleh menaruh api.” 26 Mereka mengambil lembu yang diberikan kepada mereka, mengolahnya dan memanggil nama Baal dari pagi sampai tengah hari, katanya: “Ya Baal, jawablah kami” Tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab. Sementara itu mereka berjingkat- jingkat di sekeliling mezbah yang dibuat mereka itu. 27 Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya: “Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga.” 28 Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka. 29 Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian. 30 Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: “Datanglah dekat kepadaku” Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah Tuhan yang telah diruntuhkan itu. 31 Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub. -- Kepada Yakub ini telah datang firman Tuhan: “Engkau akan bernama Israel.” -- 32 Ia mendirikan batu- batu itu menjadi mezbah demi nama Tuhan dan membuat suatu parit sekeliling mezbah itu yang dapat memuat dua sukat benih. 33 Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu. 34 Sesudah itu ia berkata: “Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api itu” Kemudian katanya: “Buatlah begitu untuk kedua kalinya” Dan mereka berbuat begitu 61 Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk kedua kalinya. Kemudian katanya: “Buatlah begitu untuk ketiga kalinya” Dan mereka berbuat begitu untuk ketiga kalinya, 35 sehingga air mengalir sekeliling mezbah itu; bahkan parit itu pun penuh dengan air. 36 Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: “Ya Tuhan, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini. 37 Jawablah aku, ya Tuhan, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya Tuhan, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali.” 38 Lalu turunlah api Tuhan menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya. 39 Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: “Tuhan, Dialah Allah Tuhan, Dialah Allah” 40 Kata Elia kepada mereka: “Tangkaplah nabi-nabi Baal itu, seorang pun dari mereka tidak boleh luput.”

2. Tanya Jawab

Setelah membaca kisah Nabi Elia, peserta didik diminta untuk mendalami kisah tersebut dengan mengajukan beberapa pertanyaan, misalnya: a. Apa yang dilakukan Nabi Elia? b. Mengapa ia melakukan hal itu? c. Siapa Nabi Elia? d. Bagaimana situasi hidup umat Israel pada saat Nabi Elia hidup? e. Apa yang menjadi pesan pokok Nabi Elia?

3. Rangkuman

Sebagai rangkuman, guru dapat memberikan peneguhan dengan menekankan hal-hal pokok, misalnya: Atas perintah Tuhan, karena dikejar Raja Ahab, Nabi Elia diminta tinggal di tepi sungai Kerit dan Tuhan telah memerintahkan burung- burung gagak untuk memberi makan padanya. Ketika sungai mengering, nabi Elia diminta pergi dan tinggal di di Sarfat, Tuhan telah memerintahkan seorang janda untuk memberi makan Nabi Elia. Nabi Elia mengatakan bahwa raja Ahab telah bersalah dan menghina Tuhan sehingga Tuhan sakit hati karena raja menyembah dewa Baal. 62 Kelas VI SD Nabi Elia mengatakan bahwa di kerajaan Israel tidak akan turun hujan selama 3 tahun karena kesalahan raja. Nabi Elia menantang para nabi- nabinya dewa Baal untuk bertempur dalam doa untuk menyatakan kebesaran Tuhan, dan nabi berkata Tuhan Nabi Elia menang, apa yang dia mohon datang membakar persembahan, sehingga para nabi dewa Baal ditangkap setelah itu turunlah hujan. Dengan demikian kebesaran Tuhan Allah dinyatakan. Israel harus berhenti menyembah dewa dan kembali menyembah Tuhan, meskipun nabi Elia terus dikejar-kejar untuk dibunuh oleh para pengikut istri raja Ahab, yaitu Izebel. Nabi Elia melakukan semua itu semata-mata karena perintah Tuhan untuk memperingatkan umatnya Israel agar setia pada perjanjiannya dengan Tuhan Seorang nabi yang hidup pada zaman raja Ahab untuk mengingatkan raja dan rakyat Israel atas perilakunya yang menyembah dewa Baal Umat Israel berada dibawah kekuasaan raja Ahab. Raja Ahab memiliki istri Izebel seorang penyembah Baal. Di istana Raja Ahab, Izebel meminta dibuatkan kuil Baal agar ia tetap dapat melakukan pemujaan. Setelah kuil selesai dibangun, bahkan raja Ahab ikut melakukan pemujaan kepada Baal. Sebagian besar rakyatnya pun akhirnya turut memuja Baal. Tinggal 7 ribu orang saja yang tidak ikut melakukan pemujaan dan tetap setia mengikuti nabi Elia. Agar orang tidak menyembah berhaladewa Baal, melainkan hanya menyembah Allah yang telah membebaskan mereka dari penindasan di Mesir. Langkah Ketiga Mendalami Pengalaman Hidup Berkaitan dengan Pesan Nabi Elia Sebagai bantuan untuk penerapan pesan-pesan nabi Elia itu peserta didik diminta menyimak cerita berikut.

1. Membaca dan menyimak cerita Tujuh Buli-Buli Emas

Seorang tukang cukur sedang berjalan di bawah sebatang pohon yang angker, ketika ia mendengar suara yang berkata: “Inginkah engkau mempunyai emas sebanyak tujuh buli-buli?” Tukang cukur itu melihat kiri kanan dan tidak tampak seorang pun. Tetapi nafsu lobanya timbul, maka dengan tak sabar ia menjawab lantang: “Ya, aku ingin” “Kalau begitu, pulanglah segera ke rumah”, kata suara itu. “Engkau akan menemukannya di sana”.