Mata Uang Emisi Pekerja Lima Rupiah

sedangkan teknik cetak intaglio menghasilkan cetakan bertekstur atau kasar pada permukaan cetakannya, teknik cetak tinggi menghasilkan cetakan bertekstur kedalam atau cekung pada permukaannya dan terdapat watermark yang dibuat sebelum proses pencetakan dimulai. Tampak depan Tampak belakang Gambar 67: Sepuluh Rupiah Emisi Pekerja Sumber: Oeang Noesantara, 2015: 341 Pecahan mata uang emisi pekerja dengan nominal sepuluh rupiah lihat pada gambar 67 memiliki nomor seri berupa enam angka dan tiga huruf. Enam angka yang ditulis dibelakang huruf yang ditulis diatas bagian belakang mata uang ditulis dikedua sisinya, penomoran seri ini berbeda dengan nomor seri tahun- tahun sebelumnya. Pada bagian depan tertulis tiga huruf yang berukuran sama besar dengan enam nomor dibagian belakangnya. Pada nominal mata uang ini memiliki vareasi warna, warna yang digunakan yaitu warna hitam, merah dan hijau, memiliki warna dasar putih. Bagian depan mata uang, ornamen yang digunakan pada pecahan ini berupa gambar ornamen perpaduan garis-garis dan stilisasi daun yang mengelilingi bagian tengah sisi diagonalnya tertulis angka 10. Pada bagian kiri terdapat gambar seorang pengukir patung kayu, pada bagian kanan terdapat watermark kepala banteng didalam lingkaran dihiasi perpaduan garis pada bagian sisinya, motif tradisonal Bali sebagai latar belakangnya, pada bagian tengah tertulis sepuluh rupiah bagian bawahnya tertulis angka 1958 terdapat tanda tangan Direktur dan Gubernur dikedua sisinya bagian bawahnya terdapat perpaduan garis membentuk setengah lingkaran. Bagian atas mata uang tertulis Bank Indonesai sebagai ciri atau simbol bahwa mata uang tersebut terbitan Bank Indonesia dan perpaduan garis-garis membentuk lingkaran sebagai latar belakangnya terlihat samar-samar. Bagian belakang mata uang terdapat gambar ornamen perpaduan garis- garis yang mengelilingi bagian tengah seperti bingkai sisi diagonalnya tertulis angka 10. Pada bagian tengah terdapat gambar rumah tradisional Bali rumah gapura candi bentan, pada bagian kiri mata uang terdapat watermark kepala banteng didalam lingkaran dihiasi dengan ornamen perpaduan garis-garis dan gambar tangan pada tepinya, pada bagian kanan mata uang terdapat gambar barong, pada bagian bawah terdapat undang-undang hukum keuangan Republik Indonesia. Pada nominal ini jenis huruf dan angka yang digunakan harus mudah dipahami atau dibaca karena sebagai pembeda dengan nominal dan jenis mata uang lainnya. Pecahan sepuluh rupiah ini mempunyai ukuran panjang 135 mm dan lebar 65 mm, nominal sepuluh rupiah ini ditanda tangani oleh Mr. Loekman Hakim selaku Gubernur Bank Indonesia dan T.R.B. Sabaroedin selaku Direktur Bank Indonesia pada waktu itu selaku. Dicetak di Percetakan Kebayoran. Mata uang ini dicetak kembali tahun 1963 yang membedakan hanya tanda tangan yang tertera pada mata uang yang di tanda tangani oleh Soemarno, SH selaku Gubernur Bank Indonesia pada waktu itu dan Hertatijanto selaku Direktur Bank Indonesia pada waktu itu.

c. Mata Uang Emisi Pekerja Dua Puluh Lima Rupiah

Mata uang emisi pekerja nominal dua puluh lima rupiah dicetak dengan menggunakan teknik cetak offset pada latar belakang gambarnya. Teknik cetak intaglio digunakan untuk mencetak gambar utama pada mata uang, teknik cetak tinggi yang digunakan untuk mencetak nomor seri, teknik cetak offset menghasilkan cetakan yang halus atau rata dipermukaan hasil cetakannya sedangkan teknik cetak intaglio menghasilkan cetakan bertekstur atau kasar pada permukaan cetakannya. Teknik cetak tinggi menghasilkan cetakan bertekstur kedalam atau cekung pada permukaannya dan terdapat watermark yang dibuat sebelum proses pencetakan dimulai.