Motivasi Pelayanan GSM: Kasih

dengan berkata, Tidak cukup Tidak cukup mengabarkan Injil dengan motivasi-motivasi seperti itu Mengapa? Jonathan Edward menjelaskan, Motivasi terpenting dalam pelayanan adalah karena kita mencintai Yesus. Tanpa mencintai Yesus, pelayanan kita akan mudah patah dan jatuh di tengah jalan Apakah kalian mencintai Yesus? Pertanyaan Jonathan Edward itu juga berlaku bagi kita semua guru sekolah minggu. Apakah kita mencintai Yesus? Mengapa kita menjadi guru sekolah minggu? Tidak cukup jika kita mencintai anak, ingin memberitakan Injil,, atau membina dan mengajar anak. Kita harus mencintai Yesus. Dengan cinta kita kepada Yesus itulah kita memiliki kekuatan hati seorang hamba Tuhan. Karena cinta Allah kepada dunia ini, Ia merelakan Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus untuk mati menebus dosa Yohanes 3:16. Kerena cinta juga Yesus rela mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Karena cinta merupakan motivasi untuk melayani, Yesus bertanya kepada Petrus, Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? dan pertanyaan ini diulang hingga tiga kali. Petrus menghayati cintanya kepada Yesus sehingga ia menjadi hamba Tuhan yang begitu hebat dan setia. Ia bahkan menjadi martir. Apakah Anda guru sekolah minggu yang mencintai Yesus? Apakah cinta Anda sebagai guru sekolah minggu adalah cinta yang sejati kepada Yesus, seperti Yesus mencintai kita? Jika cinta Anda kepada Yesus adalah cinta sejati, seberapa besar pengorbanan yang Anda rela lakukan demi Yesus yang Anda cintai?

3652008: Motivasi Pelayanan GSM: Kasih

Kita mungkin tidak memerhatikannya, tetapi dedikasi yang penuh kasih dari semangat penginjilan muncul setiap minggu dari ribuan orang. Nama mereka mungkin tidak diukir pada piala atau masuk dalam daftar orang-orang terkenal, tetapi kekekalan akan mengenali mereka. Mereka adalah para guru sekolah minggu di gereja-gereja besar dan kecil, di kota atau pun di desa. Mereka adalah para guru yang Tuhan berikan untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan Efesus 4:12. Sering kali, para guru ini bekerja dalam situasi yang serba terbatas. Namun, antusias dan pengabdian selalu memancar dari mereka. Bertahun-tahun kemudian, murid-murid mereka akan mengingat mereka dengan penuh kehangatan. Meskipun mereka tidak dapat mengingat satu pelajaran tertentu, tetapi mereka akan mengingat kasih dari para guru itu kepada Tuhan, firman Tuhan, dan kepada mereka. Inilah yang membuat para guru itu berbeda. Kasih Kepada Allah Pada waktu Paulus menuliskan buah roh Galatia 5:22, dia membandingkannya dengan sifat keberdosaan. Keduanya adalah hasil alami dari apa yang ada di dalamnya. Saat dia berbicara tentang buah roh, kasih mendapat tempat yang utama dari daftar anugerah itu. Kasih adalah kata kunci dalam kekristenan, prinsip penggerak dalam iman. Kasih diekspresikan dengan sempurna dalam kasih Allah, yang mendalam, kasih yang terus- menerus dan ketertarikan Allah Bapa Surgawi yang sempurna terhadap ketidaksempurnaan dan ketidaklayakan. Ini menjadikan dan mengembangkan suatu kasih penghormatan kita kepada- Nya. Kasih dan ekspresi adalah suatu hubungan yang tidak dapat diputuskan. Kasih hanya dapat diketahui melalui tindakan yang tepat. Kasih Allah kepada kita dapat dilihat melalui kedatangan Yesus, kehidupan-Nya, dan pengorbanan-Nya Yohanes 3:16. Demikian pula kasih kita kepada- Nya, tampak pada ketaatan kita kepada-Nya Yohanes 14:21 dan pelayanan kita kepada orang lain dalam nama-Nya Matius 25:40. Karena kasih ini dimotivasi oleh ucapan syukur dan rasa hormat, ekspresi dari kasih ini bukanlah suatu pekerjaan yang berat dan membosankan, melainkan pekerjaan yang penuh sukacita dan menggembirakan. Kasih Pada Firman Tuhan Bila pesan yang disampaikan di sekolah minggu adalah pesan yang umum seperti: Jadilah warga negara dan tetangga yang baik, pesan itu akan hilang dalam keambiguan. Yesus memanggil kita untuk sesuatu yang jelas, berbeda dan berhubungan dengan hidup kita. Ia menyatakan dirinya sebagai jalan, kebenaran, dan hidup. Pesan sederhana dan jelas ini disampaikan kepada para guru yang telah ditempatkan-Nya di gereja. Oleh karena itulah, kita merasakan kepekaan yang tajam atas kesetiaan kepada Alkitab. Kita menghormati Alkitab sebagai buku wajib kita. Alkitab berisi firman Allah dan memiliki kuasa penuh atas segala masalah dalam hidup dan perbuatan kita. Kesetiaan dan kasih kepada Allah diekspresikan dalam kesetiaan dan kasih kepada firman-Nya. Mengasihi Orang Lain Selama bertahun-tahun, para pelaut di luar Scituate, Massachusetts, senang dengan sinyal dari Minots Light Lampu Minot. Dalam kode kelautan, sinyal itu berarti aku mengasihimu. Saat lampu itu diganti dengan sebuah menara yang sederhana, orang-orang di kota itu memprotesnya, dan kemudian penjaga pantai mengizinkan pesan tua itu tetap ada di sana. Dunia kita ini penuh dengan orang-orang yang terluka. Stres, tekanan, dan kecemasan menjadi makanan sehari-hari. Pernikahan menjadi sesuatu yang menegangkan. Kehidupan sebagai orang tua sering kali memunculkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban yang ada. Situasi kerja yang menuntut. Kesepian, rasa takut, dan keragu-raguan atas diri sendiri mulai muncul. Guru sekolah minggu adalah penjaga gawang di dalam rumah yang aman, penjaga mercusuar. Guru adalah perpanjangan tangan bagi orang-orang yang malu dan takut, pembawa pesan dari kabar baik: Tuhan mengasihimu Pesan ini dikuatkan dalam tubuh dan darah orang yang mengatakan, Dan aku juga mengasihimu. Dan kemudian menunjukkannya dengan persiapan, pengenalan, penjelasan, dan bahkan perkunjungan. Pengajaran dalam sekolah minggu bukanlah suatu pekerjaan atau suatu tugas. Pengajaran ini adalah suatu hubungan kasih dengan Allah; firman-Nya yang hidup dan kekal dan orang-orang yang ingin mendengar dan mengenalnya. tRatri

3662008: Perhatikanlah Cara Kerja Injil