Belajar Mengenal Anak Batita

yang bisa menolong memperjelas persoalannya. Dan usahakan jangan sampai Saudara kaget dengan hal-hal yang mungkin Saudara dengar. 4. Waspadalah terhadap kebutuhan atau keinginan untuk mendapat pertolongan. Murid-murid yang butuh bimbingan tidak selalu akan mencari pertolongan itu. Sebab itu Saudara harus memupuk indera keenam untuk menerka apa yang mereka butuhkan, dan jika perlu, mulailah percakapan itu dari pihak Saudara sendiri. 5. Saudara harus menunjukkan rasa kasih atau belas kasihan secara tulus. Tunjukkanlah sikap yang penuh pengertian dan sabar. Murid-murid Saudara, baik tua maupun muda, akan mengenali keikhlasan Saudara. Biarlah mereka tahu bahwa Saudara mengerti perasaan mereka, tetapi usahakan jangan sampai perasaan Saudara terlalu terlibat dalam persoalan mereka. Usahakan jangan sampai memakai keadaan pribadi untuk masalah seseorang, atau membuat keputusan bagi murid yang seharusnya dibuatnya sendiri. 6. Saudara harus menyatakan kerohanian yang dalam dan matang sehingga menimbulkan kepercayaan pada murid-murid. Kehidupan Saudara sendiri harus berakar teguh dalam firman Allah. Dan Saudara harus menunjukkan kestabilan serta kedewasaan emosi dalam kehidupan pribadi Saudara. 7. Berhati-hatilah dalam mempergunakan Alkitab ketika memberi bimbingan. Saudara tidak perlu ragu-ragu untuk menyatakan apa yang dikatakan Alkitab sehubungan dengan masalah itu. Tetapi jangan membuat kesalahan yang biasa, yaitu dalam menawarkan jawaban-jawaban yang terlampau dangkal terhadap masalah pribadi yang pelik. 8. Waspadalah terhadap kesempatan Saudara untuk memberi bimbingan. Saudara harus sudah berada di kelas paling sedikit 15 menit sebelum kelas mulai, supaya bisa berbicara dengan murid-murid yang datang lebih pagi. Perhatikanlah juga murid- murid yang seakan-akan tidak mau pergi sewaktu pelajaran usai. Saat berdoa di depan memberikan kesempatan yang baik sekali untuk memberi bimbingan dan berdoa bersama murid-murid. Luangkanlah waktu untuk bercakap-cakap dengan murid Saudara setiap kali Saudara berjumpa dengan mereka.

1852004: Belajar Mengenal Anak Batita

Masing-masing anak batita memiliki kepribadian yang unik. Walaupun dia berbeda dari yang lainnya, dia menjadi dewasa dengan melalui tahap-tahap sesuai pertumbuhan jasmani, mental, emosi, sosial, dan rohani tertentu. Ciri-ciri khas tertentu terlihat jelas pada tiap tahap pertumbuhan. Untuk menolong Anda membuat rencana yang lebih berhasil bagi anak- anak batita, marilah kita selidiki beberapa ciri khas dari anak usia ini dan implikasinya bagi Anda sebagai guru. Jasmani Anak usia 2 sampai 3 tahun berada dalam tahap pertumbuhan jasmani yang pesat. Oleh karena itu mereka sangat lincah. Sediakanlah ruangan yang cukup luas dan banyak kegiatan berguna sebagai penyalur tenaga anak-anak -- berbaris, menyanyi, bersajak dengan gerakan, bermain, dll. Oleh karena otot besarnya sedang berkembang, maka adakan kegiatan-kegiatan yang memperkuat otot-otot tersebut, seperti: melompat, meloncat dengan satu kaki, dan merentangkan badan. Apabila ia belum dapat mengkoordinasi otot yang lebih halus, jangan memaksanya memberi warna atau menggunting di dalam batas- batas garis pada sebuah gambar sebab ia belum bisa melakukannya. Walaupun anak batita bersemangat dan ingin mempergunakan tubuh, mereka cepat merasa lelah. Adakan waktu tenang dan waktu kegiatan secara berganti-ganti. Mental Anak usia 2 dan 3 tahun biasanya mempunyai jangka perhatian yang singkat, oleh karena itu jika ada kesempatan, gunakanlah perhatian mereka dengan sebaik-baiknya. Adakan kegiatan yang singkat. Sering mengulangi kata-kata dari Alkitab, lagu, dan ucapkan sajak dengan gerakan. Pengulangan itu penting. Anak batita ingin tahu tentang apa yang dilihatnya, dan ingin sekali untuk belajar. Jawab pertanyaannya dengan sederhana dan jujur karena dia belajar melalui panca inderanya, sediakanlah benda-benda untuk dilihat, diraba, dicium, didengar, dan bahkan dikecap. Anak kecil menanggapi dengan lebih baik bila kita memperlihatkan bagaimana harus melakukan sesuatu daripada hanya sekedar memberi tahu. Pada tingkat usia batita, anak- anak suka meniru karena itu berilah teladan yang baik. Berikanlah kesaksian Kristen yang baik yang dapat mereka contoh. Emosional Anak batita adalah makhluk emosional. Mereka mudah merasa gembira dan mudah merasa tersinggung. Kadang-kadang mereka mungkin suka melawan dan sulit untuk diatur. Kembangkanlah kasih sayang dan disiplin serta perhatikanlah apakah mereka letih atau frustasi. Anak batita membutuhkan perkenanan orang dewasa. Perlihatkan kepadanya bahwa ia adalah penting bagi Anda dengan sering memujinya. Anak kecil mungkin juga takut kepada sesuatu yang baru atau tidak dikenal. Semua peralatan yang diperlukan hendaknya diletakkan pada tempat yang sudah lazim. Bila Anda hendak mengadakan perubahan, persiapkanlah mereka secara berangsur-angsur. Rencanakan segala sesuatu lebih awal sebab anak batita tidak suka terburu-buru. Sosial Anak batita agak antisosial. Wajar bagi mereka untuk merasa senang bermain sendiri-sendiri bermain dekat orang lain, bukan dengan orang lain daripada bermain secara berkelompok. Berilah kesempatan untuk bermain sendiri, tetapi juga tawarkan kegiatan yang mendorongnya untuk berpartisipasi dengan anak-anak lain. Pada usia muda seperti ini, cara pemecahan yang terbaik mengenai bermain bersama-sama adalah menyediakan beberapa jenis mainan yang serupa dan cadangan mainan kesukaan. Sikap agresif yang berlebihan terlihat dalam beberapa anak usia 3 tahun. Hal ini mungkin dimaksudkan untuk memperoleh perhatian dari orang dewasa. Buatlah rencana untuk memberi sedikit perhatian pada masing-masing anak secara perorangan selama jam pelajaran. Walaupun pada dasarnya anak usia 3 tahun masih memusatkan perhatian pada diri sendiri sebenarnya ia makin banyak mau bergaul dengan orang lain. Dia menjadi lebih ramah dan mulai menunjukkan perhatian serta kasih sayang kepada orang lain. Rohani Salah satu tugas utama dari guru batita adalah memperkenalkan tiap anak yang berusia 2 dan 3 tahun dengan kebenaran Alkitab yang di kemudian hari akan memotivasi mereka untuk menyerahkan kehidupan mereka kepada Tuhan. Sebelum guru dapat melakukannya, ia harus menyadari materi apa yang paling tepat untuk usia batita. Anak batita dapat belajar tentang Allah -- bahwa Allah menciptakan dia dan dunianya dan bahwa Allah mengasihinya. Melalui pelajaran tentang alam, perkenalkan anak dengan ciptaan Allah. Dengan menggunakan cerita, gambar, percakapan dan contoh -- tolonglah anak mengetahui bahwa Allah mengasihinya. Doronglah dia untuk mengucapkan sesudah Anda, doa-doa sederhana dengan kata-kata yang dapat dimengertinya. Anak batita dapat belajar tentang Yesus -- bahwa Yesus Putra Allah adalah Temannya yang terbaik. Beritahukan bahwa Yesus pernah menjadi anak. Hal ini menolongnya berhubungan dengan Yesus sebagai Oknum. Pergunakan ayat-ayat Alkitab, cerita, gambar dan nyanyian secara berulang-ulang untuk meyakinkan anak itu bahwa Yesus mengasihi dia serta menjadi Teman dan Penolongnya. Anak batita dapat belajar tentang Alkitab. Dia bisa mengerti bahwa Alkitab adalah sebuah buku istimewa yang mengajarinya semua hal tentang Allah. Letakkan Alkitab di tempat yang selalu dapat dilihat oleh anak itu dan biarkan Alkitab tetap terbuka pada waktu Anda menyampaikan cerita Alkitab. Anak batita dapat belajar tentang gerejanya. Dia akan tahu bahwa gerejanya adalah tempat istimewa -- tempat di mana ia belajar tentang Allah dan di mana ia dibutuhkan dan dikasihi. Sediakan berbagai kegiatan yang menyenangkan yang menolong anak menghubungkan gereja dengan saat-saat bahagia.

1852004: Memahami Anak Usia Dua Dan Tiga Tahun